Daur Ulang Limbah Plastik Jakarta

Sumber:Media Indonesia - 14 Mei 2010
Kategori:Sampah Jakarta

Plastik juga memiliki keunggulan sebagai penahan panas serta bisa dijadikan media pengganti kaca atau kayu. Praktis, ringan, simpel, dan bersih. Tidak mengherankan jika produksi plastik dunia saat ini melebihi 100 juta ton per tahun.

Di sisi lain, plastik memiliki dampak negatif yang buruk bagi lingkungan. Pasalnya, botol plastik membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk hancur.

Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2009, sampah yang dihasilkan warga Jakarta mencapai 6.000 ton, 15% di antaranya berupa limbah plastik.

Untungnya, banyak orang yang tidak kehilangan akal dan mengambil peluang dari bisnis limbah plastik. Limbah plastik yang awalnya sekadar barang kotor, diolah menjadi bijih plastik. Benda itu menghasilkan rupiah yang tidak sedikit.

Permintaan terhadap limbah plastik ini pun sangat besar sehingga pabrik pembuatan plastik sering kehabisan stok bahan baku.

Jika dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, bisnis daur ulang limbah plastik memang melibatkan banyak pihak di dalamnya. Mulai dari pemulung, penampung, bandar sampah plastik bekas, maupun pemasok ke perusahaan daur ulang sampah plastik.

Berbekal limbah plastik dari pemulung, para pengepul mengambil keuntungan yang cukup besar dari bisnis limbah plastik.

Berbeda dengan pemulung yang hanya mengumpulkan plastik, para penggiat bisnis limbah plastik atau biasa disebut pengepul mempunyai rekanan di perusahaan.

Menggiurkan

Para pengepul ini adalah mantan pemulung yang telah menemukan kunci sukses bisnis limbah plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang atau Tempat Pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu di Kota Bekasi. Menggiurkan Bisnis jual beli plastik bekas terbilang menggiurkan. Bayangkan, dalam satu bulan para eks pemulung yang kini beralih menjadi pengepul mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Tarmin, 40, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Korwil Bekasi, mengaku pada 2008 mampu merenovasi rumah keluarganya di Indramayu. Tidak tanggung-tanggung, renovasi dan pembelian sebidang tanah memakan biaya Rp270 juta. `'Harga yang ditawarkan perusahaan terbilang lumayan sehingga perputaran uang dari hasil mengorek sampah mencapai ratusan juta rupiah,'' ujar Tarmin.

Namun, untuk mencapai sukses, Tarmin mengaku pihaknya harus gencar mengumpulkan sampah plastik dari pemulung.

Jumlahnya harus sesuai dengan permintaan perusahaan supaya rekan bisnis kita tidak kecewa. Kemudian harus dibersihkan dulu karena perusahaan meminta pasokan plastik bekas yang siap dilebur,'' ujarnya.

Perjalanan karier dari pemulung menjadi pengepul tidaklah mudah. Selain dukungan finansial, perencanaan matang serta berani ambil risiko merupakan modal penting untuk kelanjutan usaha.

Hasan, 26, salah seorang pengepul, menuturkan keberhasilan mengolah usaha tersebut diawali dengan membeli satu mesin cuci limbah plastik seharga Rp20 juta. `'Kami memiliki sawah warisan keluarga yang kemudian dijual untuk modal pembelian mesin pencuci plastik,'' ujarnya.

Pemuda lulusan sekolah dasar (SD) ini mulai merintis bisnis bersama Dana Wijaya, 46, ayahnya. Ia menawarkan kepada pemulung untuk menjual plastik bekas ke tempatnya. Namun, ada pula pemulung yang hanya ingin mencuci plastik, meski tak banyak. Tarif mencuci limbah plastik dipatok Rp170/kilogram.

Seluruh plastik bekas yang dikumpul kan pemulung kami bersihkan setelah itu ditimbang dan dijual ke perusahaan pengo lah biji plastik,'' ujar Hasan. Ini Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis ayah dan anak ini terus mengalami peningi katan. Hasan kini memiliki dua mesin pen cuci plastik serta 24 karyawan yang bertugas membersihkan dan mengumpulkan hasil pembelian plastik dari pemulung.

Plastik yang dihasilkan dari Hasan kemui dian dikirim ke perusahaan/pabrik daur i ulang sampah plastik. Di sini pun banyak tenaga kerja ditampung. Ada tenaga sortir plastik, tenaga giling, tukang pres, tukang jemur, tenaga pengepakan sampai staf adi ministrasi dan keuangan. Mereka semua , mendapatkan upah yang cukup lumayan dan memadai untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

Di perusahaan daur ulang plastik ini, limbah plastik disortir untuk memisahkan bahan baku dan membuang material/ benda asing yang tidak diharapkan masuk ke proses daur ulang. Setelah itu, dilakukan pembersihan dan pengepakan dalam bentuk asalnya, apakah berupa kantong atau lembaran plastik.

Proses selanjutnya, dilakukan pencacahan limbah plastik. Kemudian sampah plastik dileburkan dan kemudian diubah menjadi berbentuk pelet/ bijih plastik.

Peluang ekspor

Bijih plastik yang dihasilkan perusahaan daur ulang di Indonesia bahkan sudah diekspor. Seperti usaha pengolahan sampah plastik Majestic Buana yang didirikan Baedowy.

Majestic Buana telah membina lebih dari 60 partner yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan modal sebesar Rp48,5 jutaRp70,5 juta, partner bisa memperoleh untung minimal Rp4 juta per bulan. Selain memberi pelatihan, perusahaan itu menampung cacahan plastik yang dihasilkan mitramitra bisnisnya. Dari mitra-mitra bisnisnya, Majestic Buana menerima sekitar 1 kontainer atau 20 ton cacahan plastik. Sebaliknya, Majestic Buana yang fokus pada pengolahan botol minuman dalam kemasan memproduksi 5-6 ton cacahan plastik per minggu.

Jumlah tersebut, menurut Baedowy, masih jauh di bawah permintaan pasar ekspor. Artinya, peluang untuk mengekspor cacahan plastik masih terbuka lebar. Yang menjadi problem, suplainya tidak banyak dan tidak semua suplai berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, untuk pasar ekspor, ia hanya mengirim cacahan plastik. Oleh pembelinya, cacahan tersebut diolah menjadi benang poliester.

Selain menguntungkan, usaha daur ulang plastik, sangat berperan dalam membantu dan memelihara kebersihan lingkungan. Sudah saatnya kini, bagi kita untuk menyelamatkan Kota Jakarta dari serbuan sampah plastik.(E-6)



Post Date : 14 Mei 2010