DKI Ambil Alih Bantar Gebang

Sumber:Kompas - 05 Juni 2007
Kategori:Sampah Jakarta
Jakarta, Kompas - Setelah terjadi kekacauan pengelolaan selama tiga hari terakhir, Dinas Kebersihan DKI Jakarta akhirnya mengambil alih pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang. Semua truk yang semula antre, kini, sudah membuang sampah dan beroperasi kembali di Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, Senin (4/6) di Jakarta Pusat, pengambilalihan pengelolaan itu dilakukan karena TPA Bantar Gebang tidak dikelola dengan baik oleh PT Patriot Bekasi Bangkit (PBB).

Kontrak kerja untuk pengelolaan TPA Bantar Gebang, antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT PBB, sudah berakhir pada akhir Mei.

"Seharusnya PBB terus mengurusi TPA Bantar Gebang sampai Dinas Kebersihan selesai mengadakan lelang untuk pengelolaan. Namun, pengelolaan yang dilakukan PBB tidak optimal sehingga banyak truk sampah yang tertahan di TPA dan pelayanan di dalam kota menjadi terbengkalai," kata Eko.

Menurut Eko, pengelolaan oleh PT PBB menjadi tidak optimal karena banyaknya subkontraktor yang belum dibayar. Kontraktor alat berat dan pemasok bahan bakar minyak merupakan subkontraktor yang belum dibayar sehingga layanan di TPA terganggu.

Pengelolaan yang tidak optimal itu memaksa Dinas Kebersihan turun tangan langsung dan mengambil alih kendali TPA Bantar Gebang. Petugas dan peralatan Dinas Kebersihan sudah beroperasi di TPA.

"Dinas Kebersihan akan terus memegang kendali sampai selesainya tender pengelolaan TPA Bantar Gebang. Tender itu akan dimulai pada minggu kedua Juni. PBB masih boleh ikut, tetapi reputasinya sudah dipandang tidak baik," kata Eko.

Berserakan di Jakarta Selatan

Sementara itu, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa kawasan di Jakarta. Di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, khususnya di sepanjang depan kawasan Pasar Kebayoran Lama, truk pengangkut sampah kewalahan menampung sisa sayur dan berbagai jenis kotoran lainnya.

Senin sekitar pukul 08.00, sebuah truk dengan muatan menggunung terpaksa menghentikan aktivitas membersihkan sampah. Padahal, sampah masih berserak di depan lapak-lapak sayur dan buah serta pedagang kaki lima di Kebayoran Lama.

Kondisi serupa terlihat di beberapa titik di arteri Pondok Indah hingga ke kawasan Senayan. Di Petamburan, beberapa tempat sampah tampak terisi penuh dan belum sempat diangkut ke truk dan gerobak.

"Ini sampah sudah hampir satu minggu tidak diambil. Untung saja tempat sampah saya cukup besar sehingga tidak sampai tumpah ke jalan. Namun, sudah mulai berbau menyengat. Baru tadi malam saya tahu dari siaran berita, ternyata ada masalah lagi di Bantar Gebang," kata Catherine (36), pemilik toko onderdil di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Petugas Pelaksana Harian Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat Unu Nurdin mengatakan, masalah ini dapat diatasi jika masing-masing kota di Jakarta memiliki unit pengolah sampah sendiri berteknologi tinggi.

Juru bicara PT Patriot Bekasi Bangkit, Sriyanto Susilo, yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa pengelolaan TPA Bantar Gebang sudah resmi diambil alih Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Senin kemarin. Meski sudah diambil alih oleh Dinas Kebersihan, pelaksana operasional TPA Bantar Gebang masih ditangani PT PBB.

Mengenai penilaian buruk Kepala Dinas Kebersihan terhadap PT PBB, Sriyanto balik mengatakan, kinerja PT PBB juga banyak dipengaruhi instansi terkait, termasuk pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sriyanto juga menyinggung keterlambatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membayar biaya sampah sejak bulan Maret.

"Jangan hanya kami yang selalu dipojokkan. Saat ini saja kami masih tetap mengelola TPA meskipun kami tahu (kegiatan) PT PBB sudah tidak ada payung hukumnya," kata Sriyanto.

"Kami juga berusaha tetap mengoperasikan TPA meskipun sudah tiga bulan ini biaya sampah belum dibayar. Biaya sampah sebulan mencapai Rp 9 miliar," ujarnya lagi. (eca/nel/cok)



Post Date : 05 Juni 2007