Drainase Kota Lama Kurang Berfungsi

Sumber:Suara Merdeka - 27 April 2006
Kategori:Drainase
SEMARANG - Persoalan drainase kawasan Kota Lama perlu ditangani secara serius. Seperti juga di tempat lain, subsistem drainase Kota Lama dibelit masalah kurang berfungsinya drainase, sedimentasi tinggi, kebocoran tanggul-tanggul, dan pengendalian banjir serta rob dengan pompanisasi yang belum efektif.

Demikian disampaikan Ketua Subsitem Drainase Kota Lama M Fachri SSos, kemarin. Menurut dia, kawasan itu merupakan wilayah cagar budaya yang meninggalkan bangunan sejarah, di antaranya Stasiun Besar Semarang Tawang, Gereja Blenduk, Kelenteng Ganglombok, dan rumah-rumah kuno lain.

''Sebenarnya kawasan Kota Lama berpotensi sebagai penghasil devisa. Sebab, sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Kalau banjir dan rob terus-terusan, mana mungkin wisatawan mau berkunjung ke sini,'' ujar Fachri.

Selain sebagai cagar budaya, Kota Lama juga sebagai pusat bisnis. Kawasan sepanjang Jalan MT Haryono, Jalan H Agus Salim, Jalan Pekojan, serta Ruko Bubakan, memberikan gambaran betapa besarnya potensi Kota Lama sebagai kawasan bisnis. ''Hal itu memerlukan perhatian dan komitmen bersama berbagai pihak untuk peduli dan terlibat dalam penanganan banjir serta rob di Kota Semarang yang kini menginjak usia 459,'' tambahnya.

Survei Lapangan

Beberapa waktu lalu, Tim Subsistem Drainase Kota Lama yang didampingi pakar Ir Edy Susilo MT, melakukan survei lapangan. Dari survei itu diketahui, penyebab utama banjir dan rob adalah sistem drainase belum berfungsi secara maksimal.

Penyebab lain, kapasitas sungai dan drainase tidak memadai, sedimentasi, kerusakan pintu air dan talut, serta kurangnya kepedulian masyarakat lingkungan terhadap fungsi drainase. ''Perlu diperhatikan juga, pompa-pompa yang ada saat ini tidak sebanding dengan kebutuhan ideal yang direncanakan. Seperti terlihat di Polder Tawang dan Bandarharjo,'' ungkap dia.

Jika hujan deras, pompa-pompa yang ada itu acap kali tidak mampu mengatasi genangan. Hal itu bisa dilihat dari banjir yang terjadi saat air pasang (rob) dan pada musim hujan. Karena itu, perlu normalisasi saluran serta penambahan kapasitas pompa pada sejumlah lokasi yang rawan banjir dan rob. Stasiun pompa yang mendesak untuk ditingkatkan kapasitasnya, yakni stasiun pompa Jl Sleko, Polder Tawang, dan di Jl Kapten Wiratmo (Lanal). (H9-18m)

Post Date : 27 April 2006