Fasilitas Bak Sampah Akan Diperbanyak

Sumber:Suara Pembaruan - 31 Desember 2007
Kategori:Sampah Jakarta
[JAKARTA] Fasilitas tempat pembuangan sampah akan diperbanyak di beberapa wilayah di Ibukota, guna mengatasi dan mengantisdipasi banjir yabng kerap kali terjadi pada musim penghujan ini. Setidaknya, sejak Januari 2008 penambahan bak sampah akan terus dilakukan sehingga sampah-sampah tidak makin memperparah banjir.

Seperti di RT 001/RW 006 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, selama ini tidak ada bak sampah sama sekali. "Kami akan membangun bak sampah paling lambat Januari tahun depan," kata Ketua RT, Bambang Mulyono yang ditemui akhir pekan lalu.

Diakui, warga sudah meminta bak sampah sejak Agustus lalu, namun belum bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran. Jadi, pengurus RT hingga kelurahan akan mengusahakan pengadaan bak sampah tersebut.

Secara terpisah, seorang warga RT 001/RW 006 menjelaskan, tahun 2006 lalu, di kelurahan tersebut, tepatnya di pintu masuk jalan RT 001/RW 006, masih terdapat bak sampah, namun entah kenapa tahun ini bak sampah tersebut sudah tidak ada lagi.

Senada dengannya, Zaenuddin, warga setempat mengatakan, sudah setahun ini warganya tidak lagi membuang sampah di sana, malahan bak sampah tersebut sudah diabaikan warga, bahkan sudah hancur. "Sampah-sampah yang dibuang ke sana jarang diangkut oleh petugas kebersihan ke tempat pembuangan akhir, sehingga sampah makin menumpuk dan menimbulkan bau busuk. Warga enggak betah, akhirnya sampah-sampah dibakar," ujar Zaenuddin.

Kalau tak dibakar, warga membuang sampah di tanah lapang yang terletak di depan kelurahan mereka. Selain itu, berdasarkan pantauan di lapangan, sampah menumpuk di sudut-sudut tanah kosong yang sudah ditembok sebagai batas tanah, baik di permukiman warga maupun lingkungan perkantoran di Jalan D I Panjaitan.

Di wilayah lain di Jakarta, juga tak dilengkapi tempat sampah yang memadai. Padahal, sampah merupakan masalah di kota besar seperti Jakarta. Pantauan di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Selatan, akhir pekan lalu menunjukkan, jarak terdekat antartempat sampah di tepi jalan rata-rata sekitar 500 meter. Bahkan, di beberapa lokasi, seperti di Jalan Duren Sawit Raya, nyaris tak terlihat adanya tempat sampah.

Selain itu, halte-halte bus juga banyak yang tidak dilengkapi tempat sampah. Contohnya di Halte Institut Ilmu Sosial dan Politik, Tanjung Barat, Kompleks BATAN Pasar Minggu, Asrama UI, Otto Iskandar Dinata, dan SD Putera I Kalimalang.

Pantauan di perumahan warga juga menunjukkan, tidak adanya tempat sampah di banyak rumah warga. Menurut seorang warga Duren Sawit, Ratna Dumilah, tetangganya sering "numpang" buang sampah di ttong sampah miliknya. "Tetangga menghabiskan lahannya untuk perluasan rumah, sampai tak ada ruang untuk bikin tempat sampah," katanya.

Pengerukan

Sementara itu, pengerukan sampah di wilayah Jakarta Utara terus dilakukan oleh Pemprov DKI. Antisipasi banjir juga dilakukan dengan cara perbaikan fasilitas kebersihan, seperti drainase dan saringan sampah di bantaran kali.

Dari Pantauan akhir pekan lalu, upaya pengerukan sampah terlihat di waduk Pluit, Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, sedangkan proyek perbaikan saringan sampah dilakukan di Kali Sunter.

"Biasanya, pembersihan saringan sampah dua kali sehari, tapi kalau pengerukan sampah enggak tentu, kalau sudah numpuk di- keruk," kata Uki, warga sekitar Waduk Pluit.

Namun, upaya penyelesaian masalah sampah belum dilakukan secara menyeluruh di wilayah Jakarta Utara. Tumpukan sampah terparah terdapat di wilayah RW 17, Muara Baru. Bencana Rob yang menimpa wilayah itu, membawa masalah baru bagi warga, yaitu tumpukan sampah yang menggunung.

Menurut Tarsono, Ketua RT 19/RW 17 Muara Baru, warga pernah berupaya membersihkan sampah-sampah tersebut, tapi akibat Rob sampah datang lagi dan menumpuk. "Tanggal 24 Desember lalu, warga sudah kerja bakti bersihkan sampah itu, tapi sekarang menumpuk lagi," ujarnya.

Sementara itu, sampah juga masih menghambat saluran drai-nase di beberapa titik. Akibat- nya, saluran air tidak lancar dan genangan air meluap hingga ke jalan raya. Kondisi seperti itu, terlihat di depan Terminal Tanjung Priok dan beberapa ruas Jalan Laksamana R E Martadinata. [ATW/AMT/SYH/N-6]



Post Date : 31 Desember 2007