Forum Danau Bahas Ketersediaan Air

Sumber:Kompas - 19 Oktober 2004
Kategori:Drainase
Jakarta, Kompas - Danau sebagai salah satu penyedia air bersih kehidupan dan peran- peran lainnya, secara umum kondisinya terus memburuk. Untuk mengetahui kondisi terkini, para pengelola danau dalam Forum Danau Indonesia akan membahasnya dalam diskusi di Jakarta, 8-9 Desember 2004.

Pertemuan tersebut sekaligus dimaksudkan mengetahui jumlah dan memantapkan jaringan komunitas pengelola danau. Hingga kini, belum diketahui persis jumlah danau alami dan buatan di Indonesia.

"Pemantapan fungsi jaringan forum danau sangat perlu dibangun," kata Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Sudariyono, Senin (18/10).

Pertemuan dua hari itu juga akan diisi peluncuran buku direktori danau Indonesia yang kini sedang disusun.

Beberapa materi yang sedang disiapkan di antaranya adalah aspek kuantitas dan kualitas, aspek konservasi danau, partisipasi masyarakat, pengelolaan danau terkait dengan desentralisasi, manajemen pengelolaan, peran pihak swasta, dan kerja sama internasional yang mungkin dilakukan.

Lebih jauh diharapkan, forum danau yang sudah terbentuk berperan aktif mendorong dan menekan pemerintah, baik pusat dan daerah, untuk konsisten memelihara dan mempertahankan fungsi danau. "Selama ini tidak ada peran itu," kata Sudariyono.

Di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek), misalnya, semakin banyak situ yang beralih fungsi menjadi tegalan, tempat sampah, maupun lahan permukiman, tanpa ada campur tangan berarti. Dalam waktu lima tahun sejak tahun 1998, jumlah situ atau waduk yang ada di Jakarta menjadi 43 dari 50 buah. Sisanya, terus mendangkal dan kotor.

Keberadaan forum danau yang kuat diharapkan mampu berfungsi sebagai kelompok penekan untuk mencegah kehancuran danau.

Forum danau yang kuat di suatu negara penting adanya untuk selanjutnya membangun jaringan di tingkat regional. Selain menjadi pertimbangan pendanaan mengalir untuk konservasi, forum danau yang kuat seperti di wilayah regional Asia Tenggara dapat diarahkan memengaruhi pengambilan keputusan di komunitas forum danau dunia.

Selama ini, lanjut Sudariyono, kebijakan forum danau dunia lebih banyak berperspektif danau-danau kontinental. Padahal, karakteristik danau tersebut berbeda dengan danau di negara kepulauan. (GSA)

Post Date : 19 Oktober 2004