Hujan Turun, Aliran Tersumbat

Sumber:Kompas - 08 Oktober 2008
Kategori:Sampah Jakarta

Jakarta, Kompas - Selama sepekan terakhir hujan sudah mengguyur Jakarta dan kemungkinan ini merupakan awal musim hujan. Namun, hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum juga bersiap dalam menanggulangi banjir. Sampah menumpuk di sejumlah kali dan menyumbat aliran sungai.

Sungai yang kini dangkal belum juga dikeruk. Sejauh pengamatan Kompas Selasa (7/10), kondisi sungai dan saluran air yang melintasi wilayah DKI Jakarta banyak terlihat mendangkal dan dipenuhi sampah. Tumpukan lumpur dan sampah yang mengering terlihat dibiarkan menyumbat aliran sungai.

Sampah tampak menumpuk di sejumlah lokasi di aliran kali Pesanggrahan, seperti dari Ulujami dan Cipulir, mulai dari belakang Pasar Cipulir hingga belakang ITC Cipulir. Sampah juga menumpuk di beberapa lokasi aliran Kali Pesanggrahan menuju Pos Pengumben hingga Kelapa Dua.

Tumpukan sampah memenuhi sejumlah lokasi di badan Kali Grogol, mulai dari sekitar Jalan Arteri hingga setelah Pasar Pisang Palmerah. Selain tumpukan sampah, tumpukan lumpur juga terlihat di beberapa lokasi sepanjang kali-kali tersebut.

Sampah juga terlihat berceceran di sepanjang Banjir Kanal Barat, terutama dari Pintu Air Manggarai hingga Landmark. Tumpukan sampah juga terlihat di dua Pintu Air Manggarai.

Tahap persiapan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pengambilan sampah dari Kali Pesanggrahan yang menumpuk di beberapa lokasi itu. Penumpukan sampah sudah teramati sejak Lebaran dan saat ini Dinas PU sedang mengoordinasi personel untuk membersihkannya.

”Sampah-sampah itu akan ditarik ke darat dan selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah Bantar Gebang,” kata Wishnu. Menurut dia, proses pengambilan sampah di sungai ditangani Dinas PU dan pengangkutan sampah ke TPA Bantar Gebang akan ditangani rekanan Dinas PU.

Selama ini, tambah Wishnu, Dinas PU melakukan pembersihan sungai secara rutin di Pintu Air Manggarai dan Kali Sunter. Untuk sungai-sungai utama selain kedua lokasi itu, pembersihan akan dilakukan secara insidental, saat penumpukan sampah sudah tinggi.

Tanggung jawab pembersihan Kali Pesanggrahan sebenarnya berada di pemerintah pusat karena termasuk jalur sungai utama. Namun, Dinas PU DKI Jakarta siap membantu pembersihan karena penumpukan sampah di sungai akan berdampak ke wilayah Jakarta.

Wishnu menjelaskan, pembersihan 13 sungai utama di Jakarta, seperti Sungai Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Cipinang yang melintasi dua atau tiga provinsi, adalah tugas pemerintah pusat. Sedangkan pembersihan anak sungai, saluran submakro, dan saluran pengumpul adalah tanggung jawab Pemprov DKI.

Rumah tangga

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol DKI Jakarta Purba Hutapea menjelaskan, petugas kebersihan telah membersihkan sampah rumah tangga yang menumpuk di sejumlah permukiman penduduk dan pasar tradisional. ”Senin, semua sampah sudah diangkat dan sudah bersih,” jelas Purba menanggapi berita Kompas (6/10).

Seperti diberitakan, empat hari setelah Lebaran, Minggu lalu, sampah rumah tangga menumpuk di permukiman warga dan pasar tradisional. Selain menimbulkan bau busuk, lalat dan belatung mengerumuni sampah tersebut. Tidak ada satu pun petugas kebersihan yang mengangkut sampah-sampah itu.

Purba menjelaskan, selama masa liburan dan cuti bersama, petugas Dinas Kebersihan dan Suku Dinas Kebersihan Pemprov DKI tetap bertugas. ”Kemungkinan petugas kebersihan yang tidak bekerja itu adalah petugas gerobak, swadaya masyarakat yang dikelola langsung RT dan RW,” jelas Purba. (PIN/ECA)



Post Date : 08 Oktober 2008