Indonesia Menghindari Dana Pinjaman

Sumber:Kompas - 26 Mei 2010
Kategori:Climate

Jakarta, Kompas - Indonesia sebisa mungkin tidak akan menggunakan dana pinjaman dalam pengelolaan hutan untuk mencapai target penurunan emisi karbon. Kontribusi negara-negara maju berupa hibah disambut baik karena dipandang sebagai perwujudan tanggung jawab bersama.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal itu di Bandar Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (25/5) malam, sebelum lepas landas menuju Oslo, Norwegia.

Di Oslo, Presiden diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg. Bersama PM Norwegia, yang menjadi tuan rumah, Presiden Yudhoyono juga akan turut memimpin Konferensi Kehutanan dan Perubahan Iklim Oslo.

Dalam pertemuan bilateral, Pemerintah Indonesia dan Norwegia diagendakan menandatangani kesepakatan kerja sama dalam penanganan perubahan iklim dan kehutanan. Norwegia berkomitmen untuk berkontribusi dalam pendanaan.

”Kami sangat hati-hati dan sebisa mungkin tidak menerima bantuan berupa loan [pinjaman] dalam mengatasi masalah-masalah yang sesungguhnya bisa kita gunakan anggaran sendiri. Manakala ada kontribusi masyarakat internasional, dari negara-negara maju, dan itu dalam bentuk hibah, tentu kita sambut baik,” ujar Presiden Yudhoyono.

Ditekankan Presiden, kontribusi negara maju terhadap negara berkembang yang memiliki hutan hujan tropis dalam pengelolaan hutannya itu perlu dipandang sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

”Jika negara maju berkontribusi, tidak harus [dipandang sebagai] membantu dalam arti seperti donasi atau charity, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab agar bumi ini selamat,” ujar Presiden. Hibah yang akan diberikan Norwegia disebutkan Presiden cukup besar, tetapi belum diumumkan berapa nilai nominalnya.

26 persen

Meskipun begitu, diingatkan Presiden, Indonesia menargetkan pengurangan emisi karbon 26 persen sebelum 2020 dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri.

”Ada bantuan atau tidak ada bantuan, ada kontribusi atau tidak ada kontribusi, kami punya rencana, punya komitmen, punya aksi untuk mengelola hutan lebih lestari di masa depan,” ujar Presiden.

Kesepakatan kerja sama Indonesia-Norwegia akan difokuskan untuk mendukung upaya Indonesia mengatasi deforestasi, melaksanakan reforestasi, pengelolaan lahan gambut, penanganan kebakaran hutan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu.

Sementara itu, dalam Konferensi Perubahan Iklim dan Kehutanan Oslo yang merupakan forum multilateral diharapkan komitmen negara maju terhadap negara berkembang dalam rangka penanganan perubahan iklim secara global akan meningkat menjadi 4 miliar-5 miliar dollar AS. (DAY)



Post Date : 26 Mei 2010