Jakarta Timur Kesulitan Buang Sampah

Sumber:Suara Pembaruan - 15 Maret 2005
Kategori:Sampah Jakarta
JAKARTA - Masalah sampah merupakan masalah rawan bagi penduduk Jakarta Timur saat ini. Hal itu karena sulitnya mencari tempat pembuangan sampah sementara di wilayah ini. Sementara proses pembuangan di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang sangat lambat dan tersendat-sendat karena panjangnya antrian.

Demikian dikatakan Kepala Sudin Kebersihan Kotamadya Jakarta Timur, H Ratim Aman, Rabu (16/3). "Kita sudah berusaha kerja sama dengan camat dan lurah, dengan cara menyelipkan di area tertentu, tapi sangat sulit mencari lokasi yang bisa dijadikan TPS," ujarnya.

Sebagai solusi sementara, Sudin Kebersihan Jakarta Timur menempatkan sampah ke dalam kontainer yang lokasinya dekat kelurahan dan kecamatan. Langkah ini diambil agar sampah tidak terlalu lama menumpuk di suatu tempat sehingga menimbulkan protes dari warga.

Oleh karena itu, Ratim berharap, masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah ini.

Caranya, antara lain dengan terlebih dahulu membungkus sampah-sampah tersebut dengan plastik untuk memudahkan pengambilan.

Jakpus

Di Jakarta Pusat (Jakpus), saluran penghubung dan anak sungai di wilayah ini dalam keadaan memprihatinkan. Tumpukan lumpur, sampah, terjadi karena tak pernah dinormalisasi hingga puluhan tahun. Banjir pun jadi peristiwa musiman.

Contoh anak Kali Sentiong yang belum pernah dikeruk sejak 1973. Bau busuk dari tumpukan sampah dan lumpur, adalah keseharian yang di alami warga sekitar. Keluhan telah sering disampaikan warga Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakpus. Tapi keluhan itu tak mendapat perhatian pemerintah.

Sementara itu, gundukan-gundukan sampah kini banyak terdapat di wilayah Bekasi. Berdasarkan pengamatan Pembaruan pada Selasa (15/3), di sepanjang rel kereta api antara Cakung dan Bekasi misalnya, tumpukan sampah banyak berserakan di beberapa tempat seperti dekat kantor stasiun.

Warga yang melewati gundukan tersebut banyak yang menutupi hidungnya karena bau yang cukup menyengat. Padahal beberapa hari sebelumnya, menurut laporan warga, lokasi tersebut tidak pernah menerima pembuangan sampah sebanyak itu.

"Dinas Kebersihan harusnya mengangkut sampah-sampah tersebut. Sebab, bau busuk itu akibat sampah yang sudah lama tidak diangkut," ujar Sanny, warga Bekasi yang merasa terganggu.(B-12/B-14/L-11)



Post Date : 15 Maret 2005