Kanal Dibersihkan Jelang Musim Hujan

Sumber:Koran Fajar 21 Nopember 2004
Kategori:Drainase
KANAL KANAL yang ada dalam kota Makassar menjadi salah satu kunci utama mencegah banjir. Kalau tidak dikeruk dan dibersihkan dengan harapan air bisa lancar mengalir ke muara kanal, maka dipastikan banjir setiap saat mengancam Makassar. Hal itu ditegaskan Lamadia, Ketua RW I Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang saat dihubungi di rumahnya, Sabtu, 20 November kemarin.

Meski demikian yang disyukurkan Lamadia sejauh pemantauannya, Pemerintah Kota (Pemkot) terlihat sudah mulai galak melakukan pengerukan kanal. "Contohnya, yang saya lihat kemarin di kanal JI. Abubakar Lambogo, pengerukan sudah mulai dilakukan. Tapi seharusnya dilakukan jauh jauh hari sebelum musim hujan datang. Bukan menjelang musim hujan seperti sekarang," imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung penyebab kanal begitu cepat mengalami penumpukan sampah menurut Lamadia, disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap arti kebersihan. Namun di sisi lain, sarana pembuangan sampah memang masih sangat kurang. "Masyarakat belum sadar dengan perilaku kebersihan yang seharusnya diterapkan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tapi di sisi lain, masyarakat sepenuhnya tidak bisa disalahkan. Karena pada kenyataannya, sarana untuk membuang sampah itu juga memang masih kurang.

Dengan demikian, masyarakat cenderung tidak mau susah. Mereka membuang sampah semaunya, termasuk kanal kanal itu," tegasnya.

Hal senada juga diutarakan Maulana Rozandhy, mantan aktivis mahasiswa UMI, di JI. Batu putih, Sabtu, 20 November kemarin. Dia menilai pengerukan saat ini tidlak akan banyak berguna jika tidlak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kanal. "Kalau tanggung jawab kebersihan kanal sepenuhnya diserahkan ke Pemkot dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Keindahan, maka secara psikologis tidlak akan berdampak positif terhadap kesadaran hidup bersih masyarakat," katanya.

Yang berperan penting untuk kesadaran masyarakat itu seharusnya pemerintah setempat. "Kalau pernerintah setempat setingkat camat dan lurah tidak proaktif mengarahkan masyarakat, maka kesadaran terhadap kebersihan dipastikan bakal stagnan saja. Lebih dari itu, program kota Makassar bersih yang dicanangkan Walikota Ilham Arief Sirajuddin tentu tidak akan berjalan baik karena banyak bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat. Kalau pemerintah setempat cuek, maka masyarakat tidak mungkin bisa sadar secepatnya," tegasnya.

Kanal, termasuk drainase dan saluran air lainnya bakal masih menjadi tempat membuang sampah. Lagi pula prograrn Makassar Bersih belakangan ini tidak terdengar. Terbukti di Pantai Losari, sampah berserakan sudah bisa disaksikan, terutama pada pagi hari.

Seperti Lamadia dan Maulana, sejumlah warga juga mempertanyakan kebijakan Pemkot memberi izin sebagian pemilik toko di beberapa jalan di Makassar untuk menutup kanal atau saluran air dengan beton. Padahal dengan kebijakan itu, warga lain ikut menderita, tergenang air setiap hujan deras mengguyur dalam beberapa jam lamanya. (ysd)

Post Date : 21 November 2004