Kebon Jeruk Terapkan Motor Sampah

Sumber:Suara Pembaruan - 29 Oktober 2007
Kategori:Sampah Jakarta
[JAKARTA] Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak akan mengalami kesulitan dalam masalah sampah. Karena beberapa waktu mendatang, akan ada petugas yang menggunakan motor untuk mengangkut sampah-sampah milik warga.

Penggunaan motor sampah ini dirasakan cukup mendesak, karena selama ini mengangkut sampah dengan tenaga manusia, selain dinilai kurang manusiawi, juga tidak terlalu efektif. "Dengan menggunakan motor sampah, mobilitasnya lebih tinggi, dan terkesan cukup manusiawi," ujar salah seorang penggagas motor sampah, Andreas Sofiandi, di sela-sela acara penyerahan motor sampah kepada Wali Kota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan di halaman Gedung Paroki Maria Bunda Karmel, Kebon Jeruk, Minggu (28/10).

Andreas mengatakan, rencananya pihaknya akan menyumbangkan 26 unit motor sampah ke Kecamatan Kebon Jeruk. "Saat ini, baru dua unit dulu yang kami sumbangkan, sisanya menyusul. Motor ini merupakan sumbangan dari warga dan pengusaha yang ada di Jakarta Barat," kata dia.

Dia mengemukakan, sebelum menggunakan motor tersebut, para petugasnya akan mendapat pelatihan serta dibuatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurut Andreas, penggunaan motor sampah ini diterapkan setelah beberapa warga dan pejabat Kecamatan Kebon Jeruk melakukan studi banding di Padang, Sumbar.

Dia menambahkan, setelah diangkut oleh motor, sampah itu juga akan diolah menggunakan teknologi daur ulang di lahan seluas 2.500 m2 di Kelurahan Kebon Jeruk. "Kami sudah menyiapkan peralatan dan lahannya. Namun, kami masih mencari solusinya, karena ada beberapa warga yang keberatan," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Fadjar Panjaitan menyambut baik gagasan maupun sumbangsih donatur untuk meringankan beban pemerintah. "Salah satu yang belum bisa diatasi Pemprov DKI Jakarta adalah masalah sampah. Kami sangat bersyukur, warga yang peduli untuk membantu berbagai program kepentingan masyarakat, termasuk masalah sampah," ujar dia

Selain itu, Fadjar juga berjanji untuk mencari jalan keluar bagi warga yang keberatan terhadap gagasan yang direncanakan tersebut. "Untuk setiap kebaikan bagi masyarakat, pemda pasti akan mendukung. Jika ada pihak yang keberatan, harus dibicarakan melalui musyawarah." kata dia.

Selain menyerahkan bantuan motor pengangkut sampah, para donatur juga memberikan pelayanan perawatan gigi, operasi gratis bagi 40 orang yang bibirnya sumbing, operasi katarak untuk 150 orang, serta pengobatan gratis bagi 600 warga kurang mampu. [M-16]



Post Date : 29 Oktober 2007