Keterbatasan Dana Jadi Penghalang

Sumber:Kompas - 14 Desember 2007
Kategori:Climate
Nusa Dua, Kompas - Alih teknologi ke negara-negara berkembang agar memiliki kemampuan lebih baik untuk mengurangi emisi terhalang keterbatasan dana. Namun, keinginan untuk membentuk dana khusus untuk kepentingan ini masih ditentang negara-negara maju.

Padahal, alih teknologi ini sangat diperlukan agar negara berkembang bisa berpartisipasi menurunkan emisi gas rumah kaca yang lebih besar.

"Alih teknologi lewat mekanisme yang efektif dan didukung sumber dana yang memadai vital untuk memberdayakan negara berkembang menghadapi tantangan perubahan iklim," kata Munir Akram dari Pakistan, juru bicara G-77, Rabu (12/12).

Namun, Akram kecewa karena tidak tercapai kesepakatan dalam keputusan Konferensi Para Pihak (COP). "Ironis, pihak-pihak dari negara maju menegaskan bahwa pengembangan dan alih teknologi merupakan proses menuju desain perubahan iklim masa depan, tetapi tidak mendukung pendanaannya," paparnya.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi India Kapil Sibal mengingatkan pentingnya kesepakatan dalam alih teknologi ini tercapai dalam pertemuan Bali.

Tahap implementasi

Masalah alih teknologi telah dimandatkan Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), khususnya sebagai bagian dari Rencana Aksi Buenos Aires (1998). Akan tetapi, selama ini masalah alih teknologi hanya dibicarakan sebatas konsep di Badan Pembantu untuk Advis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SBSTA).

Baru pada pertemuan Bali isu alih teknologi ditarik ke Badan Pembantu untuk Implementasi (SBI). Tujuannya agar masalah itu tidak sebatas dibicarakan, tetapi juga mulai dilaksanakan. Namun, implementasi inilah yang kemudian menjadi perdebatan hangat sekaligus batu sandungan pada konferensi di Bali.

Menurut G-77/China, yang disampaikan oleh Ghana di kelompok kontak di SBI, institusi, pendanaan, pengaturan, dan pemantauan sebagaimana diatur dalam UNFCCC tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan segera negara berkembang atas alih teknologi.

Maka, G-77/China mengusulkan pembentukan dana multilateral baru untuk kerja sama teknologi, membiayai pengembangan, penyebarluasan, dan pengalihan teknologi yang ramah lingkungan.

Pada perdebatan di SBI, akhirnya masalah alih teknologi disepakati untuk dibicarakan di tingkat menteri. Keputusan ini disambut dengan kekecewaan mendalam dari banyak delegasi negara berkembang.

Menurut Sekretaris Eksekutif pada Kerangka Kerja Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim Yvo de Boer dalam jumpa pers, masalah transfer teknologi memang belum mencapai keputusan apa pun. (OKI/ISW)



Post Date : 14 Desember 2007