Kinetika Biodegradasi Limbah Minyak Bumi Menggunakan Reaktor Batch Biosluury

Pengarang:Bayu Rizky Tribuwono
Penerbit:Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 2008, xiv + 82 hal.
Tahun Terbit:2008
Kata Kunci:Bioremediasi, Bioslurry, Pencemaran Minyak Bumi, Identifikasi, Kinetika pertumbuhan mikroorganisme dan penyisihan minyak bumi
Lokasi:Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
Kategori:Karya Ilmiah
Referensi:http://www.trisakti.ac.id/faltl/

Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan perusahaan pertambangan minyak bumi di Indonesia menimbulkan limbah minyak bumi yang mencemari tanah. Di Indonesia, produksi kilang menghasilkan minyak bumi sekitar 1,2 juta barrel per hari dan dari angka tersebut diperkirakan akan menimbulkan 150 ribu ton limbah per tahun, 37.500 ton diantaranya diperkirakan adalah limbah B3. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas tanah sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Maka untuk memulihkan tanah yang terkontaminasi tersebut, dilakukan suatu pengolahan biologis, yaitu proses bioremediasi yang menggunakan reaktor bioslurry. Pada penelitian ini, dilakukan 3 tahapan penelitian antara lain        (1) isolasi dan identifikasi mikroorganisme, (2) penentuan parameter kinetika biodegradasi pada tiap hasil pemurnian mikroorganisme pada konsentrasi TPH 2.5 %, 5 %, 7.5 %, 10 %, 15 % dan (3) reaktor batch bioslurry dengan konsentrasi TPH 10%, 15% dan 20%. Dari hasil isolasi dan identifikasi bakteri, diperoleh beberapa jenis bakteri pendegradasi minyak bumi yaitu Bacillus coagulans, Pseudomonas pseudoalcaligens, Bacillus laterosporus, Bacillus firmus. Parameter kinetika yang dihitung yaitu µ, µmaks, Y, Yt, Yobs, Kd dan Ks dari penentuan konsentrasi TPH (Total Petroleum Hidrocarbon) dan VSS (Volatile Suspended Solid) pada setiap mikroorganisme dengan t = 6 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam, 144 jam, 168 jam dan 192 jam. Hasil penentuan parameter kinetika untuk  Bacillus coagulans sebagai berikut:  max= 0,3895 (hari-1),   Ks= 262578 ppm,                       q= 0,3908-0,7010 (jam-1), Kd= 0,004-0,011 (jam-1),Y= 0,0205, Yt= 0,020501 dan Yobs=  0,0108-0,0194, untuk Pseudomonas psedoalcaligens adalah  max= 0,00117 (hari-1),  Ks= 8972 ppm, q= 0,4030-0,6317 (jam-1), Kd= 0,00721-0,01265 (jam-1),         Y= 0,00238,Yt = 0,002381 dan Yobs=0,00129-0,00136, untuk Bacillus laterosporus adalah  max = 0,1555 (hari-1),  Ks =96060 ppm, q = 0,2960-0,6378 (jam-1),               Kd= 0,005-0,013 (jam-1), Y = 0,0205, Yt= 0,02051 dan Yobs=0,0082-0,0176 dan Bacillus firmus adalah  max = 0,20517 (hari-1),  Ks =58380 ppm,                                  q = 0,3124-0,4863 (jam-1),    Kd= 0,00001-0,01365 (jam-1), Y = 0,011, Yt= 0,01102 dan Yobs=0,0102-0,0238. Berdasarkan dari hasil penelitian dengan menggunakan ke-empat mikroorganisme dalam menurunkan konsentrasi TPH, diketahui bahwa mikroorganisme Pseudomonas psedoalcaligens lebih cepat mendegradasi konsentrasi TPH pada konsentrasi TPH awal 2.5%, dengan efisiensi 74,17%. Efisiensi penyisihan minyak bumi pada reaktor batch bioslurry terjadi pada konsentrasi TPH 10% dengan efisiensi 67,76% selama 16 hari. Laju biodegradasi oleh mikroba kultur tercampur pada reaktor bioslurry  adalah K = 0.0213/hari.

 

Pustaka ini tersedia di Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)

 

 



Post Date : 26 Desember 2008