Lebih dari Separuh Sungai di Indonesia Tercemar Berat

Sumber:Media Indonesia - 29 Maret 2012
Kategori:Sanitasi
SEBANYAK 32 dari 51 sungai besar di Indonesia saat ini tercemar berat, 16 sungai tercemar sedang-berat, dan hanya 1 sungai yang masih memenuhi standar baku mutu, yakni Sungai Lariang di Sulawesi Tengah.
 
Demikian hasil peman tauan kualitas air sungai (PKA) di 33 provinsi yang dikeluarkan Pu sat Sara na Pengendalian Dampak Ling kungan (Sarpedal) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 2011.
 
“Mayoritas pencemaran disebabkan limbah dari rumah tangga, seperti BOD, COD, total coliform, dan fecalcoli,“ ujar Kepala Pusat Sarpedal KLH, Hari Wahyudi, pada rapat kerja teknis nasional PKA di 33 provinsi, di Jayapura, Papua, kemarin.
 
Pemantauan yang dilakukan badan-badan lingkung an hidup daerah itu, jelas Wahyu di, mengambil sampel air su ngai-sungai besar, seperti Batanghari (Sumatra Barat), Musi (Sumatra Selatan), Ciliwung (DKI Jakarta), Barito (Ka limantan Selatan), dan Danau Sentani (Papua). Sampel diambil beberapa kali pada 2011 di sejumlah titik sungai.
 
“Hasil itu terkait dengan budaya masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai,” imbuh Wahyudi.
 
Deputi VII Bidang Pembinaan Teknis Lingkungan dan Pe ning katan Kapasitas KLH, Hen ry Bastaman, mengatakan data itu menjadi salah satu pe doman untuk menyusun program perbaikan kualitas air sungai.
 
“Karena penyebabnya lebih banyak limbah domestik, program perbaik an lebih diarahkan untuk mengatasi masalah tersebut,” tuturnya.
 
Menurut Henry, limbah industri juga turut memperparah kualitas air sungai. Misalnya, sungai berstatus tercemar sedang-berat akan men jadi tercemar berat bila kelimpahan limbah industri.
 
“Limbah industri lebih mudah dikontrol lewat program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam mengelola lingkungan (proper). Bila industri masuk daftar hitam, dikenai sanksi,” ujar Henry.
 
Di tempat terpisah, Manajer Kampanye Tambang Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Pius Ginting menga takan pemerintah belum mam pu memperbaiki maupun mengatasi pencemaran sungai.
 
Pius yakin penyumbang pencemaran sungai terbesar saat ini adalah perusahaan, bukan rumah tangga. (Nik/ SW/X-8)


Post Date : 29 Maret 2012