Membuat Air Berbicara

Sumber:Majalah Tempo - 05 April 2010
Kategori:Air Minum

Heru Dwi Wahyono menuangkan air ke dalam kotak kaca mirip akuarium seukuran televisi 14 inci. Kotak kaca itu dipasangi sensor antiair yang terhubung dengan sebuah komputer. Lalu segenggam garam ditaburkan merata di setiap sudut kotak. "Kita tunggu air berbicara lewat SMS (short message service)," kata Heru, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Senin pekan lalu.

Benar saja, tidak sampai hitungan menit, telepon seluler di saku kemeja Heru bergetar, tanda masuknya sebuah pesan pendek. Isi pesan adalah gambaran bahwa kualitas air akuarium berada di ambang batas normal, meskipun kadar garam meningkat pesat.

Main sulap? Bukan. Heru sedang memamerkan layanan pesan pendek bagi air alias Onlimo-GSM atau online monitoring global system for mobile. Ini sistem pemantau kualitas air sungai, danau, muara, dan pantai. "Onlimo bagai satpam," kata Heru.

Kehadiran "petugas satpam" seperti itu sangat penting di tengah terus memburuknya kualitas air, terutama di kota-kota besar, akibat polusi. Onlimo diharapkan mampu ikut menjaga tersedianya pasokan air bersih, seperti yang diingatkan oleh momentum Hari Air Sedunia pada 22 Maret.

Onlimo dikembangkan sejak 2006. Sebanyak 14 peneliti di bidang elektronika, komputer dan sistem informasi, kimia dan lingkungan, serta bidang komunikasi elektronik bahu-membahu mengembangkan Onlimo sesuai dengan kompetensi keilmuan masing-masing. Setahun kemudian lahirlah prototipe Onlimo. Pada 2009, Onlimo ditetapkan sebagai salah satu inovasi paling prospektif.

Selama 24 jam nonstop, teknologi ini bisa memberikan informasi kualitas air yang akurat. Perubahan sekecil apa pun dari kualitas air bisa dilaporkan setiap saat melalui pesan pendek. "Praktis," kata Kepala Bidang Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan BPPT Arie Herlambang.

Onlimo mampu merekam setiap perubahan air dari suhu, derajat keasaman, oksigen terlarut, konduktivitas, sampai parameter perubahan kadar garam. Pemantauan perubahan itu bermanfaat mencegah dampak buruknya kualitas air. Salah satu contohnya peristiwa kematian massal ikan di pantai utara Jakarta pada 2004, yang dikenal dengan blooming algae red tide. Ini fenomena pertumbuhan alga yang supercepat sehingga jumlahnya sangat berlimpah dan menutup permukaan laut. Pencemaran lingkungan yang terus-menerus sudah dipastikan sebagai biang keladi petaka itu.

Pencemaran lingkungan pun berdampak fatal. Data indeks kualitas air sungai di Jakarta mencatat hilangnya sungai bergolongan A yang bisa digunakan untuk air minum tanpa pengolahan. Sungai-sungai bergolongan B yang bisa digunakan sebagai air baku minum pun menurun drastis. Adapun sungai untuk kepentingan usaha perkotaan dan industri meningkat. Akibatnya, sampai saat ini DKI harus membeli 90 persen sumber air baku dari daerah lain (60 persen dari Tarum Barat dan 35 persen dari Sungai Cisadane).

Pencemaran lingkungan semestinya bisa diminimalkan seandainya saja kualitas air bisa terpantau setiap saat. Sayang, pemantauan kualitas air yang dilakukan oleh instansi terkait masih secara manual dan tradisional. Artinya, para petugas pemantau kualitas air terjun langsung ke titik-titik sungai tertentu untuk mengambil sampel air. "Kami lakukan rutin lima kali dalam setahun," kata Prihatma, Kepala Subbidang Sumber Daya Alam Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah DKI.

Menurut Heru, pemantauan kualitas air dengan Onlimo bisa dilakukan lebih pintar. "Setiap pencemaran di hulu terdeteksi dini," katanya. Petugas pemantau air tidak perlu lagi mendatangi lokasi pengambilan sampel air untuk mengetahui kualitas air. Mereka cukup memasang Onlimo di titik-titik yang ditentukan, data kualitas air langsung sampai ke ponsel. Bila petugas menemukan kejanggalan pada kualitas air, mereka bisa melakukan inspeksi mendadak, sehingga pemecahan masalah dilakukan dengan cepat.

Bagaimana Onlimo membuat air berbicara? Onlimo dilengkapi sebuah sistem elektronik yang terdiri atas unit digital multi-probe sensor (Onlimo-DS), unit data logger (Onlimo-DL), unit komunikasi atau transmisi data (Onlimo-DT), unit pengolahan data/data center (Onlimo-DC), dan sistem peranti lunak SMS gateway dan database (Onlimo-DB).

Sensor-sensor seukuran lengan orang dewasa itu dipasang di badan sungai. Fungsinya adalah mendeteksi perubahan kualitas air. Sensor dihubungkan dengan sistem data logger yang dilengkapi programming logic control (PLC). Logger mencatat data pengukuran kualitas air dan menyimpan perubahan kualitas air ke dalam internal flash memory. Selanjutnya, pusat data mengirim pesan melalui SMS gateway untuk mengendalikan data logger. SMS juga dikirim kepada petugas dan pejabat yang berwenang.

Sistem Onlimo dilengkapi server yang mengelola proses keluar-masuknya pesan pendek dari dan ke ponsel pihak yang berkepentingan untuk mengakses hasil penghitungan kualitas air. Interval pengiriman informasi bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna lantaran ada PLC itu. "Hanya mereka yang terdaftar di server yang bisa menerima pesan dari air," kata Heru.

Di daerah yang tidak terjangkau jaringan komunikasi GSM atau listrik, Onlimo bisa dimodifikasi dengan sistem pengiriman lewat radio. Sumber tenaga listrik Onlimo bisa mengandalkan energi matahari dengan memasang sel surya. Papan sel surya ini berfungsi mengisi ulang baterai kering berkapasitas 12 volt dan 6 ampere. Proses pengisiannya diatur sedemikian rupa agar sistem pemantauan air oleh Onlimo bisa beroperasi 24 jam.

Heru menjelaskan, selain untuk mengukur kualitas air, Onlimo dapat digunakan untuk mengukur kualitas udara. Perubahan penerapan teknologi ini bergantung pada sensor yang dipasang. Onlimo juga sangat berguna bagi pemerintah, pemerhati lingkungan, atau lembaga swadaya masyarakat sebagai alat bantu untuk membuktikan pencemaran di kawasan industri. Biasanya industri nakal membuang limbah pada saat tidak dilakukan inspeksi. "Onlimo menghindari kecurangan tersebut," katanya.

Onlimo bagi kalangan industri juga sangat berguna untuk mendeteksi kegagalan proses pengolahan limbah hasil instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jika pengolahan IPAL suatu perusahaan mengalami kegagalan terkait dengan mutu air limbah buang dari kadar baku yang semestinya, air akan berbicara melalui pesan pendek kepada petugas yang bertanggung jawab sehingga pencemaran lingkungan bisa teratasi dengan cepat.

Waktu dikembangkan pertama kali dulu, total biaya yang dikeluarkan tak sedikit, yakni sekitar Rp 200 juta. Salah satu komponen yang mahal adalah sensor yang masih harus diimpor dari luar negeri.

Meski biaya pembangunan sistem Onlimo relatif mahal, biaya operasionalnya lebih murah dibanding pemantauan manual. Sebab, kata anggota tim pengembang, Nusa Idaman Said, ongkosnya sesuai dengan biaya pengiriman pesan pendek. Kini, biaya pengiriman pesan pendek sekitar Rp 100. Jika data Onlimo diatur setiap satu jam, biaya yang dibutuhkan sehari Rp 2.400. Bandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengambilan sampel air secara manual dengan mendatangi langsung lokasi pemantauan air yang dituju. Lebih-lebih untuk lokasi yang berbahaya dan jauh dari jangkauan manusia. "Onlimo lebih efisien," kata Nusa.

BPPT berharap Onlimo bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah, industri, maupun masyarakat secara luas dan berkesinambungan. Di era teknologi informasi sekarang ini, semua pihak perlu mengetahui kondisi kualitas perairan di sekitarnya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan. "Kualitas air terjaga, kualitas hidup pun meningkat," kata Heru. Rudy Prasetyo



Post Date : 05 April 2010