Mencuci Efisien dan Hemat Air

Sumber:Kompas - 07 Desember 2008
Kategori:Air Minum

Mencuci adalah aktivitas rutin yang banyak dilakukan orang. Kebiasaan mencuci biasanya dilakukan enam hari seminggu dengan jumlah pakaian rata rata 16 potong per hari. Kebanyakan masyarakat Indonesia masih menggunakan tangan untuk mencuci, dengan alasan mencuci pakaian dengan mesin cuci tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Di wilayah perkotaan, sumber air yang digunakan untuk mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya berasal dari PAM, sedangkan di daerah pedesaan mayoritas penduduknya menggunakan air sumur untuk keperluan rumah tangga.

Kebiasaan mencuci pakaian biasanya dibarengi dengan kegiatan pembilasan yang dilakukan minimal tiga kali. Hal ini dilakukan untuk menghindari baju menjadi berbau dan kaku akibat sisa deterjen yang masih menempel.

Kebiasaan ini tentunya menjadi sangat melelahkan dan sangat membuang air. Beberapa cara dan tips mencuci efisien dan hemat air berikut ini bisa Anda terapkan.

Pertama, pilih dan pisahkan pakaian sebelum mencuci berdasarkan tingkat kekotorannya. Jangan menggabungkan pakaian yang habis dipakai untuk bermain lumpur atau kain pel dengan baju-baju yang dipakai sehari-hari karena baju yang tadinya bersih bisa terkontaminasi kotoran.

Untuk baju baru, sebaiknya dipisahkan dengan baju yang lama. Setelah proses sekali atau dua kali pencucian dan tidak terjadi kelunturan barulah pakaian baru ini bisa digabungkan dengan pakaian lainnya.

Lalu, rendamlah cucian dengan air sabun secukupnya berdasar jenis pakaian yang telah dikelompokkan tadi. saat merendam, sebaiknya pisahkan pakaian berwarna dengan yang netral untuk menghindari terjadinya kelunturan. Diamkan rendaman pakaian selama 15-30 menit.

Hindari merendam kaos, celana, baju dan pakaian yang disablon terlalu lama atau lebih dari satu jam di dalam larutan deterjen karena dapat merusakan sablonan.

Setelah 15-30 menit, mulailah membersihkan pakaian di tempat yang biasa terdapat daki, misalnya di kerah leher, ujung lengan atau wilayah saku. Hati-hati pada saat menyikat pakaian, gunakan sikat lembut agar pakaian tidak cepat rusak. Hindari aktivitas membersihkan dengan cara 'membanting' pakaian karena hal ini hanya membuat pakaian cepat rusak, melar, sobek atau tidak berumur panjang.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih bersih serta lebih yakin, sebaiknya Anda cuci pakaian tersebut secara manual dengan tangan. Mesin cuci biasanya tidak dapat mengangkat kotoran dengan maksimal, menyebabkan hasil cucian menjadi tidak bersih. Penggunaan mesin cuci yang tidak sesuai dengan bahan pakaian pun dapat menyebabkan kerusakan pakaian.

Saat mencuci, perhatikan label pada pakaian yang terdapat di leher atau bagian pinggang berisi petunjuk perlakuan yang seharusnya dilakukan pada saat mencuci pakaian tersebut. Ada aturan tentang suhu air, zat kimia untuk mencuci, dan cara menyetrika. Pelajari bahan-bahan pakaian dan cara pencuciannya agar tidak salah metode saat mencuci.

Pada saat membilas, gunakanlah pewangi dan pelembut pakaian yang bisa mengangkat busa hanya dengan sekali bilas. Ini sangat bermanfaat dalam menghemat air, tenaga dan biaya rumah tangga, melalui tagihan listrik dan air.

Jika ada pakaian yang terkena noda makanan atau noda kimia lainnya sebaiknya lekas dibersihkan agar lebih mudah dihilangkan nodanya daripada menunggu yang akhirnya malah sulit dibersihkan.

Hati-hati dengan pembersih noda (bleaching) karena bisa mengubah warna pakaian Anda. Sebaiknya Anda melakukan tes terlebih dahulu pada bagian bahan yang tersembunyi sebelum mencoba membersihkannya. OCH



Post Date : 07 Desember 2008