Olah Sampah Sistem CDM di Bekasi

Sumber:Pikiran Rakyat - 05 November 2007
Kategori:Sampah Jakarta
BEKASI, (PR).-Pemerintah Kota Bekasi akan mengaktifkan pengolahan sampah dengan sistem CDM (clean development mechanism). Sistem pengolahan itu nantinya akan mengurangi produksi metan dan karbon. Bahkan metan dan karbon itu akan memberikan keuntungan bagi daerah karena dikelola dan bisa memberikan insentif.

Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Pemkot Bekasi, Tjandra Utama, belum lama ini, usai acara Halalbihalal Pemkot Bekasi, di Jln. A. Yani, Kota Bekasi.

Pengolah sampah itu sendiri difokuskan di TPA Sumurbatu yang merupakan tempat pembuangan sampah Kota Bekasi. Sementara itu, TPA Bantargebang merupakan tempat pembuangan sampah dari DKI Jakarta yang terletak di Kota Bekasi.

Menurut Tjandra, Kota Bekasi telah mengadakan studi banding ke Kota Pontianak yang telah lebih dulu mengolah sampah dengan sistem CDM itu. Bahkan, PT Gikoko Kogyo Indonesia telah mengunjungi lokasi pengolahan sampah TPA. Sumurbatu di wilayah Bantargebang. "Ini akan memberikan tambahan pendapatan daerah. Namun, besarnya bergantung pada output metan yang dikeluarkan gunungan sampah per harinya," ujarnya.

Tidak hanya Jepang, lanjut Tjandra, Korea pun sempat mengunjungi TPA Sumurbatu. Tampaknya, TPA Sumurbatu akan memberikan peluang komersial dengan adanya pengolahan limbah padat tersebut. Tjandra mengatakan pengolahan dengan sistem CDM itu tinggal dioperasikan saja. Hal itu karena proses tender sendiri telah dilaksanakan. "Tinggal pengumumannya saja," katanya.

Kemungkinan besar pengolahan sampah dengan sistem CDM itu akan mulai dioperasikan tahun ini. Dengan adanya pengolahan sampah sistem CDM, bisa mengurangi emisi gas rumah kaca yang berpengaruh pada pemanasan global dan perubahan iklim. (A-153)



Post Date : 05 November 2007