Palembang Terkepung Banjir

Sumber:Koran Sindo - 12 Desember 2012
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
PALEMBANG – Ratusan rumah dalam Kota Palembang, subuh (11/12) kemarin lagi-lagi terendam banjir, akibathujanderasyang mengguyur hingga enam jam, mulai pukul 02.00-08.00 WIB. 
 
Berdasarkan pantauan SINDO, banjir akibat hujan deras itu terjadi hampir merata di semua wilayah dalam Kota Palembang. Selain di jalan- jalan utama, banjir juga merendam ruko dan perumahan milik warga di bantaran anak sungai maupun di perumahan elite seperti Bukit Sejahtera (Polygon). Ketinggian banjir bervariasi mulai mata kaki hingga pinggang orang dewasa. 
 
Selain pemukiman warga di Jalan Sutan Mansyur,RT 11, Kelurahan Bukit Lama,Kecamatan IB I, banjir juga menggenangi Jalan Lunjuk Jaya di kawasan Bukit. Begitu juga kawasan Simpang Terminal Alang-Alang Lebar, kawasan Kampus IBA, Rambang dan ratusan meter jalan di kawasan Jalan Mayor Salim Batubara. Di tempat ini, ketinggian air membuat puluhan rumah yang ada di belakang pertokoan ikut terendam. 
 
Akibatnya, sejumlah kendaraan yang hendak melaju dari arah Simpang Sekip menuju May Salim Batubara maupun sebaliknya, memilih memutar arah karena takut terjebak. Kondisi ini tak pelak membuat jalan yang padat dilalui kendaraan tersebut sempat macet hingga berjam-jam. Sementara puluhan pengendara yang nekat menerobos genangan air pun, tak urung banyak yang mogok dan tak bisa lagi dinyalakan karena nyaris semua badan kendaraan terendam air. 
 
Wiwid, 42, salah warga Lorong Sawah Besar,kawasan Sekip Pangkal ditemui kemarin mengatakan, banjir di sekitar rumahnya ini semakin parah sejak lima tahun terakhir.Menurut dia, kondisi itu disebabkan banyak pengusaha yang membangun ruko tanpa mengindahkan saluran air di kawasan itu. Sehingga, ketika hujan deras tiba, air sulit mengalir dan berujung mengaliri rumah- rumah warga yang tinggal di belakang pertokoan. 
 
“Dulu memang banjir dek, tapi paling sekilan. Kalu sekarang jingoklah dewek, di jalan ini bae sudah sepinggang.Barubaru inilah, sejak ado rukoruko ini nah.tambah parah banjir ini puluhan rumah tetanggo kami la terendem galo sekarang,” jelasnya. 
 
Hingga pukul 11.00 WIB, genangan air belum sepenuhnya surut.Meski demikian,masih banyak saja kendaraan yang mencoba menerobos genangan air untuk mempersingkat rute perjalanan mereka. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Jalan Sutan Mansyur, RT 11,Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I. Di lokasi ini sedikitnya 120 rumah warga ikut terendam air. 
 
Dikatakan Ketua RT 11 Zakiminoto, banjir diketahui mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 04.00 WIB. Karena tak mengira air akan masuk ke rumah, sejumlah warga pun mengaku kelabakan. Akibatnya,tak sedikit perabotan rumah yang tak sempat terselamatkan ke tempat yang lebih tinggi. 
 
“Kami dak nyangko, ruponyo sekitar jam 04.00-05.00 banyu ini masuk ke rumah. Biasonyo cuma menggenang bae dan nutup jalan. Kalu lah masuk mak ini dak pacak ngapo-ngapo lagi kito, tinggal pasrah bae,” ujarnya. 
 
Selain dua kawasan tersebut, dua SD di kota Palembang juga ikut kena imbas banjir tahunan tersebut. Salah satunya yang paling parah adalah SDN 12 yang berlokasi di Jalan Tanjung Rawo RT 54 Bukit Lama Palembang.Gara-gara banjir merendam kelas mereka sejak pagi, jadwal ujian mereka hari kedua pun terpaksa ditunda. 
 
Salah seorang siswa kelas V, M Rizki,yang masih ditemui di SDN tersebut mengatakan, penundaan ujian dilakukan mendadak oleh guru mereka, karena banyak kelas terendam banjir. Akibatnya,mereka yang harusnya menjalani ujian MTK dan IPS kemarin, diminta pulang kembali. “Aku samo kawan-kawan baru bae datang, terus datang Pak Mustar ngumumke kami disuruh balek karno ujian ditunda,” ujarnya. 
 
Kepala SDN 178 di kawasan Sekip,Dewi Lamongga.Kemarin, banjir juga merendam halaman mereka hingga selutut orang dewasa. Beruntung, siswanya masih bisa menjalani ujian meski untuk mencapai ruang kelas, 725 siswanya harus melepas alas kaki menerobos banjir. “Untung tidak masuk. Kalau sampai banjir, antisipasi kami paling-paling semua siswa ujian di ruang kelas atas. Jadi jumlah siswanya dipadatkan biar ujian tetap berjalan. Karena tidak mungkin ujiannya dibatalkan,”ucapnya. 
 
Dikatakan Dewi, banjir di sekolah ini sudah terjadi sejak puluhan tahun silam. Hal itu dipicu makin mendangkalnya anak Sungai Bendung,yang ada di dekat sekolah mereka. Kondisi ini diperparah dengan pola hidup masyarakat yang sembarang membuang sampah. “Solusinya ya itu, sungainya harus dikeruk,”pungkasnya. komalasari


Post Date : 12 Desember 2012