Pasien RSU 45 Kuningan Kekurangan Air Bersih

Sumber:Pikiran Rakyat - 26 Nopember 2004
Kategori:Air Minum
KUNINGAN, (PR).- Sejumlah penunggu dan pasien di hampir seluruh kamar rawat inap Rumah Sakit Umum (RSU) '45 Kuningan, akhir-akhir ini kerap mengeluhkan minimnya pasokan air ke kamar-kamar mandi yang tersedia di rumah sakit tersebut. Akibat minim dan tersendat-sendatnya pasokan air itu, sering membuat kamar mandi pasien dan penunggu di sejumlah kamar rawat inap bahkan di kamar kelas PIV sekalipun, menjadi kotor dan kumuh serta menjadi biang munculnya bau tak sedap di ruangan pasien.

Berdasarkan pengamatan dan keterangan yang diperoleh "PR" dari sejumlah penunggu dan pasien, dalam dua hari terakhir di rumah sakit tersebut keran-keran air yang terdapat di kamar mandi rawat inapnya, dalam sehari semalam terkadang hanya mengeluarkan air dalam kurun waktu beberapa jam. Air yang keluar dari keran itu pun, terutama yang terdapat di kamar-kamar mandi ruang rawat inap lantai dua begitu kecil atau tidak mengalir deras. Bahkan untuk mengisi penuh bak mandi berkapasitas sekira 100 liter, terkadang memerlukan waktu hingga satu jam lebih.

Dampaknya, keluh sejumlah penunggu pasien, selain merepotkan mereka dalam hal memenuhi kebutuhan air bersih seperti untuk mandi dan sebagainya, juga telah menyebabkan kamar mandi ruang rawat inap RSU '45 menjadi kotor serta menjadi biang timbulnya bau tak sedap di ruang tidur pasien. Hal itu, lebih diperparah lagi dengan jarangnya ada kegiatan pembersihan kamar mandi pasien dari pihak rumah sakit.

"Meski tidak seharusnya, soal membersihkan kamar mandi sih saya pun rela melakukannya demi kenyamanan kami yang sedang menghuni ruangan ini. Tapi, karena air untuk membersihkannya, bahkan untuk mandi sekalipun sering tidak mencukupi, ya... beginilah adanya," cetus seorang penunggu pasien, di salah satu ruang rawat inap kelas VIP B lantai dua RSU tersebut, Kamis (25/11) pagi.

Membenarkan

Dimintai tanggapan mengenai kondisi tersebut, Kepala Badan Rumah Sakit Umum '45 Kuningan drg. H. Kadaryanto, M.M., MARS., dihubungi "PR" melalui ponselnya, Kamis (25/11) sore, membenarkan jika akhir-akhir ini suplai air ke krean-keran di rumah sakit yang dipimpinnya itu tidak lancar. Bahkan, menurutnya dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir, pihaknya terpaksa melakukan sistem buka tutup atau menggilir suplai air ke setiap ruangan karena kekurangan air.

"Penyebab kekurangan air tersebut, pertama karena suplai air dari pipa PDAM debitnya kecil. Kedua, sumur artesis yang dibuat dua tahun lalu, sekarang ini sedang dalam perbaikan. Tapi, di balik itu kami pun dalam dua sampai tiga bulan terakhir ini telah berupaya mengatasinya dengan membeli air tambahan sebanyak 10 tangki per hari dari PDAM yang dikirim langsung menggunakan mobil tangki," ujarnya, sambil menyebutkan air tersebut dibeli pihaknya Rp 75.000,00 per tangki.

Di samping itu, tambahnya, untuk mengatasi kekurangan air bersih, pihaknya kini tengah membuat lagi tiga sumur bor dalam di kawasan rumah sakit. Kadaryanto memperkirakan ketiga sumur bor dalam tambahan itu seluruhnya sudah selesai dikerjakan dan bisa difungsikan dalam waktu seminggu lagi.

Selain itu, dia menyebutkan kekurangan air di rumah sakit yang dipimpinnya itu, juga terkait dengan tengah berlangsungnya pembangunan gedung baru di kawasan rumah sakit. Di mana, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan air dalam pengerjaan projek tersebut seperti untuk pengecoran dan mengaduk, pihak pemborong yang mengerjakannya, juga mengambil air dari jaringan pipanisasi air rumah sakit.(A-91)

Post Date : 26 November 2004