Pasien RSUD Keluhkan Air Bersih

Sumber:Koran Sindo - 20 April 2012
Kategori:Sanitasi
LAHAT– Pasien rawat inap RSUD Kabupaten Lahat mengeluhkan kondisi kamar mandi rumah sakit yang minim air bersih. 
 
Bahkan, terkadang tidak ada sama sekali.Kondisi ini cukup menyulitkan pasien dan keluarga yang ingin menggunakannya. Nor, 41, salah satu pasien, mengaku sejak masuk ke RSUD, kamar mandi di ruangannya sama sekali tidak ada air. Dia tidak bisa membersihkan badan dan aktivitas lain di kamar mandi. “Saya sudah dirawat di RSUD sudah beberapa hari, tetapi ketika akan ke kamar mandi, air di bak sama sekali tidak ada, jadi terpaksa saya turun ke bawah menuju WC umum. Meski di bawah memang ada air, yang menggunakannya juga banyak,” ungkap Nor kemarin.
 
Untuk itu, dia meminta pihak rumah sakit segera memperbaiki kondisi ini. “Sarana air bersih sangat penting. Jangan sampai masalah air ini dibiarkan berlarut-larut. Tidak semua kamar mandi di ruang rawat inap memiliki kamar mandi dengan air yang bersih,” katanya. Direktur RSUD Lahat Laela Cholik mengaku, hampir setiap pagi pihaknya selalu meminta kendaraan tangki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lematang mengisi bak penampungan. Hal itu dilakukan lantaran, pasokan air yang didapat dari PDAM sangat kecil dan sulit untuk memenuhi seluruh bak kamar mandi di setiap ruangan inap. 
 
“PDAM mengisi bak pe-nampungan, kemudian disalurkan ke setiap ruangan kamar,”kata Laela. Mengenai keberadaan WC umum,pihak RSUD Lahat sempat menutupnya karena menjadi permasalahan yang cukup serius.Namun,karena permintaan keluarga pasien,akhirnya WC umum tersebut dibuka kembali.“Tentunya ini bukan kehendak RSUD, melainkan keluarga pasien menginginkannya. Adanya pembayaran di WC umum tersebut, kita tidak pernah mematoknya, tetapi seikhlasnya karena kita setiap hari harus mem-bersihkannya supaya tidak bau dan kotor,”papar dia. 
 
Terpisah, Direktur PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat Ruslan Haffani menjelaskan, pihaknya selalu mendistribusikan air ke RSUD. Bahkan, bila pasokan air kurang, pihaknya mengirimkan kendaraan tangki air bersih.“ Kendaraan tangki PDAM selalu mengisi kebutuhan air di RSUD, kalaupun ada pipanisasi yang terhambat dan pihak RS meminta untuk memperbaikinya, akan kita kerjakan,” pungkas Ruslan. 
 
Ratusan Warga Desa Kerung Dambakan MCK 
 
Sementara itu,warga Desa Kerung,Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat,membutuhkan fasilitas mandi,cuci, kakus (MCK). Kebutuhan ini dinilai cukup mendesak lantaran ratusan warga desa yang bermukim terpaksa menggunakan saluran dam anak sungai (drainase) untuk buang air besar (BAB). Ironisnya, dari jumlah 180 kepala keluarga (KK), hanya 20 KK yang telah memiliki jamban untuk BAB.
 
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan mengancam kesehatan warga setempat lantaran minimnya pemeliharaan sanitasi lingkungan serta pola hidup bersih warga. Menurut Kepala Puskesmas Pulau Pinang Eliya Agustina, hal ini terus menjadi perhatian yang harus segera ditindaklanjuti. “Ditargetkan, dalam jangka waktu dua bulan ke depan, seluruh masyarakat Desa Kerung, Kecamatan Pulau Pinang,harus memiliki kloset dan tidak lagi BAB di saluran drainase,”ungkap Eliya. Saat ini pihaknya telah melibatkan warga setempat untuk ikut dalam program pola hidup bersih. Setidaknya 33 warga siap membuat WC dalam jangka 2–5 hari ke depan.
 
“Kita distribusikan WC dan MCK bagi mereka. Kita harapkan bisa segera dimanfaatkan,”kata Eliya. Menurut Eliya, antusias penduduk Desa Kerung diharapkan berdampak positif, mereka BAB tidak lagi di drainase, melainkan menggunakan kloset. Eliya menegaskan, kotoran yang dibuang melalui saluran drainase, terlebih lagi pada musim kemarau dipastikan meninggalkan bau yang tidak sedap dan menimbulkan bibit penyakit. 
 
Kepala Desa (Kades) Kerung Syafran Efendi mewakili warga desa siap menyosialisasikan penggunaan kloset ini dan tentunya mengimbau tidak ada lagi BAB di dalam drainase. Menurutnya, sudah sepantasnya warga desa menggunakan fasilitas yang memadai. andhiko tungga alam


Post Date : 20 April 2012