PDAM Aceh Butuh Dana Rp9,7 Miliar untuk Air Bersih

Sumber:Media Indonesia - 25 Januari 2005
Kategori:Aceh
JAKARTA (Media): Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh membutuhkan bantuan dana sekitar Rp9,7 miliar untuk melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana air bersih di daerah yang tertimpa bencana gempa dan tsunami itu.

Saat ini, PDAM Aceh sudah mengalami kesulitan untuk membayar gaji pegawai dan melakukan pembelian bahan baku kaporit. Sehingga, apabila tidak ada suntikan dana dalam waktu cepat maka kelancaran pasokan air bersih yang dibutuhkan para pengungsi terganggu.

"Walaupun status PDAM merupakan badan usaha milik pemerintah daerah (pemda), tapi dalam hal ini pemerintah pusat yang perlu mengulurkan dana bantuan. Sebab, pemda setempat juga mengalami kesulitan dengan adanya bencana ini," kata Direktur Eksekutif Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Godman Ambarita, usai penyerahan mesin pengolahan air bersih buatan Jebsen dan Jessen Technology kepada PDAM Aceh di Jakarta, kemarin.

PDAM Aceh semakin mengalami kesulitan akibat tidak menagih biaya pemakaian air yang telah dipergunakan para konsumennya. Sejauh ini, PDAM Aceh mendistribusikan air bersih kepada para pengungsi melalui mobil-mobil tangki. Tapi, jumlah yang dapat didistribusikan masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak.

Dengan adanya mesin pengolahan air minum yang ditempatkan di tenda pengungsian, diharapkan masyarakat dapat menggunakan air untuk mandi. "Mesin pengolahan ini pada tahap awal akan ditempatkan di Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Mesin ini dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi yang jumlahnya sekitar enam ribu orang," jelas Godman. Nantinya, akan dioperasikan sekitar lima mesin pengolahan air di Aceh.

Sementara itu, di tempat berbeda Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa kondisi kelistrikan dan suplai bahan bakar minyak (BBM) di Aceh terus membaik. Pihaknya telah meminta agar PLN dan Pertamina segera menormalkan distribusi listrik dan BBM di wilayah itu.

"Kondisinya sudah relatif membaik. Kami terus berusaha agar pasokan listrik dan BBM di Aceh segera normal," kata Purnomo, usai pelaksanaan donor darah untuk korban bencana Aceh, di Jakarta, kemarin.

Menurut laporan PLN, kondisi kelistrikan bagi daerah-daerah di Aceh adalah: Banda Aceh telah pulih 77%, Meulaboh pulih 43%, dan Sigli telah pulih 100%. Adapun total kerugian yang dialami PLN akibat bencana itu mencapai sekitar Rp400 miliar.

Dari Bogor dilaporkan, para peneliti senior Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membentuk Tim Working Group Recovery Aceh Pasca Tsunami guna melakukan serangkaian riset.

Kepala Bidang Humas dan Hubungan Alumni IPB Henny Windarti di Bogor, kemarin, mengatakan tim yang beranggotakan sepuluh peneliti senior ini akan bekerja sukarela melakukan serangkaian penelitian untuk memulihkan kondisi pesisir dan aspek sosial ekonomi masyarakat Aceh melalui pola pendekatan partisipatif.

Selain tim tersebut, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB juga akan menerjunkan para penelitinya. Di samping melakukan penelitian, LPPM IPB juga akan merehabilitasi tanah bekas tsunami.(Uud/Ant/E-1)

Post Date : 25 Januari 2005