Pembahasan REDD "Deadlock"

Sumber:Suara Pembaruan - 14 Desember 2007
Kategori:Climate
[NUSA DUA] Pembahasan program reduksi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD) mengalami kebuntuan (deadlock), menjelang berakhirnya Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali. Sidang yang baru selesai Jumat (14/12) pukul 04.00 Wita tersebut buntu karena sikap delegasi Amerika Serikat (AS) yang tetap ngotot membawa agendanya yang tertera pada artikel 11 dan 12, yang meminta persoalan penggunaan lahan dimasukkan dalam REDD.

Direktur Perubahan Iklim World Wide Fund (WWF) Indonesia, Fitrian Ardiansyah yang mengikuti perkembangan pembahasan REDD, mengatakan sikap AS itu cenderung melihat perkembangan dan di akhir-akhir sidang baru mengambil suatu keputusan. "Para prinsipnya mereka mau melihat dulu apakah kesepakatan Peta Jalan Bali (Bali Road Map) itu memuat tentang pemanfaatan lahan atau tidak. Kalau dimuat, mereka akan setuju. Kalau tidak, masih akan dibahas lagi," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Litbang Departemen Kehutanan Wahyudi Wardojo menyatakan, proposal AS untuk mencantumkan pasal pengaturan penggunaan lahan ke dalam REDD tetap ditolak negara-negara berkembang.

"Uni Eropa berpendapat, tidak masalah kalau pasal pengaturan pemanfaatan lahan tidak dimasukkan ke dalam REDD, tetapi AS tetap ingin pengaturan pemanfaatan lahan dicantumkan. Sementara kita dari Kelompok 77 yang diwakili oleh Papua Nugini menolak proposal AS. Soal pengaturan pemanfaatan lahan dinilai tidak perlu dicantumkan ke dalam REDD," tutur Wahyudi. [E-7/E-9]



Post Date : 14 Desember 2007