Pemprov DKI Gunakan SMS Peringatkan Banjir

Sumber:Kompas - 22 Oktober 2009
Kategori:Banjir di Jakarta

Jakarta, Kompas - Menjelang datangnya musim hujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengintensifkan sistem peringatan dini bencana banjir. Pemantauan selama 24 jam dengan memanfaatkan kamera pemantau dan sistem peringatan menggunakan layanan pesan pendek atau SMS disiapkan untuk mengevakuasi warga di pinggir sungai.

”Pemantauan sungai sudah dilakukan sejak dari hulu. Jika permukaan air naik, petugas pemantau akan langsung menghubungi satuan koordinasi penanggulangan bencana. Informasi itu langsung diteruskan ke semua ketua RT untuk memperingatkan warga di tepi sungai,” kata Kepala Dinas Ketenteraman dan Ketertiban DKI Jakarta Harianto Badjoeri seusai Apel Kesiapsiagaan Pekan Sadar Bencana 2009 di Lapangan Monas, Rabu (21/10).

Menurut Harianto, ketua RT dan karang taruna harus segera mengumumkan peringatan dini banjir dan mulai mengungsikan warga. Warga yang dalam kawasan rawan banjir, tetapi tidak mau mengungsi, dapat dipaksa untuk meninggalkan rumah demi keselamatan dirinya.

Lokasi pengungsian bagi warga tepi sungai sudah ditentukan oleh wali kota masing-masing. Di lokasi pengungsian sudah disiapkan tenda dan dapur umum untuk warga yang mengungsi.

Pemprov DKI juga menyiapkan 38.000 petugas untuk menghadapi banjir di puncak musim hujan. Petugas yang disiapkan itu terdiri atas satuan polisi pamong praja, Polri, TNI, Taruna Siaga Bencana, dan petugas kesehatan.

Petugas itu sudah dan akan terus menjalani latihan bersama untuk meningkatkan kesiapan mereka. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar geladi penanganan banjir di dekat Jembatan Kampung Melayu.

”Petugas itu akan disebar di lima wilayah agar cepat dalam menangani banjir. Mereka juga dilengkapi dengan berbagai peralatan evakuasi, mulai dari perahu karet sampai helikopter,” kata Harianto.

Perahu karet disiapkan di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan agar lebih mudah dikerahkan ke lokasi banjir. Peralatan dapur umum juga disimpan di kantor kelurahan agar lebih mudah digunakan.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Muhayat mengatakan, latihan gabungan berbagai instansi akan terus digelar agar siap menghadapi banjir. Masyarakat di tepi sungai juga akan dilatih langkah-langkah kewaspadaan menghadapi banjir.

”Masyarakat dan pemerintah akan siap menghadapi banjir pada musim hujan kali ini. Namun, kami berharap tidak terjadi banjir besar karena berbagai prasarana drainase sudah disiapkan,” kata Muhayat.

Sementara itu, untuk menghadapi banjir rob di Muara Baru, Pemprov DKI akan kembali memperbaiki dan meninggikan tanggul penahan air laut. Tanggul itu akan berfungsi sempurna pada akhir 2009. (ECA)



Post Date : 22 Oktober 2009