Pemulangan Pengungsi Terkendala Air Bersih

Sumber:Kompas - 14 Januari 2005
Kategori:Aceh
Sigli, Kompas - Para pengungsi dari berbagai desa di pesisir Kabupaten Pidie di pantai timur Nanggroe Aceh Darussalam hingga kini masih enggan pulang. Sebagian bertahan di tempat pengungsian dan tidak mau dipindahkan ke kampungnya dengan alasan air bersih langka dan sanitasi sangat buruk.

Selain itu, pengungsi yang berinisiatif pulang juga harus menghadapi kekurangan pangan. Di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, pengungsi yang pulang hanya makan sekali sehari.

Ismail, pengungsi asal Desa Keudei, Kecamatan Pante Raja, Pidie, yang masih bertahan di depan Masjid Musa Tengah, Kecamatan Bandar Baru, mengatakan tidak mau pulang ke kampungnya selama belum bersih. "Kami juga tak mampu untuk membersihkan sendiri sampah-sampah," katanya.

Masjid itu sebelumnya dihuni 373 keluarga asal Desa Keudei. Keuchik (Kepala Desa) Desa Keudei Yusri Yusuf sudah memerintahkan warganya pulang ke kampung agar tidak merepotkan kecamatan lain sekaligus bisa membangun kampung. Namun, hingga Rabu (12/1) masih ada 50 keluarga yang bertahan.

Di kecamatan lain, warga pesisir juga enggan pulang karena puing-puing masih menumpuk dan belum dibersihkan.

Pembalut

Di Jakarta, Sekretaris Jenderal Departemen Sosial Ruchadi mengingatkan, para perempuan korban tsunami di Aceh dan Nias saat ini membutuhkan pakaian perempuan, baju dalam, pembalut wanita, dan mainan untuk anak-anak.

Kebutuhan akan pakaian dalam dan pembalut wanita dirasakan sangat mendesak, tetapi pasokan amat terbatas. Ia mengimbau masyarakat untuk menyumbang sejumlah kebutuhan khas perempuan yang terabaikan tersebut. Pengabaian itu terjadi karena yang mengurusi pengungsi adalah laki-laki. (DAY/TRI/AMR)

Post Date : 14 Januari 2005