Pendidikan Tentang Air di Sekolah

Sumber:Majalah Gatra - 22-28 November 2007
Kategori:Air Minum
Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melindungi dan menjaga sumber daya air mendorong PT Thames Pam Jaya (TPJ) untuk mengembangkan Program Pendidikan Air di Sekolah. Program yang dimulai sejak 2005 ini bertujuan untuk memberi edukasi mengenai masalah lingkungan, khususnya kepada generasi muda.

Perusahaan penyedia suplai air bersih di wilayah timur Jakarta ini percaya bahwa anak anak memiliki kemampuan yang besar untuk mempelajari banyak hal baru sekaligus menciptakan perubahan untuk dunia yang lebih baik sejak dini, serta mampu mempengaruhi keluarga dan masyarakat sekitar mereka.

Program ini dikembangkan sebagai komitmen TPJ selaku anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Awalnya inisiatif CSR(Corporate Social Responsibility) TPJ ini berupa program pendidikan air dengan anak anak sekolah (pelajar) usia 9 sampai 13 dengan pemilihan Duta Air. "Melalui program'Duta Air', kami mengajak generasi muda untuk lebih meningkatkan kesadaran akan nilai penting air dalam kehidupan sehari hari," kata Devy A.Yheanne, Public Relations Manager TPJ.

Rhamses Simanjuntak. Direktur Hubungan Eksternal & KomunikasiTPJ ini berharap program pendidikan air bagi sekolah ini dapat dilakukan pula oleh organisasi dan institusi lain. Keterlibatan dalam banyak stakeholder yang ada tentunya akan mampu memebrikan dampak dalam jangka panjang dan berkelanjutan, ujar Rhamses Simanjuntak.

Kerjasama LP3ES dan Thames Pam Jaya

Dalam pelaksanaan prograrn ini TPJ bermitra dengan organisasi pengembangan masyarakat, yaitu LP3ES. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial ini memiliki banyak pengalaman dalam program pendidikan lingkungan dan masyarakat perkotaan.

Berbekal pengalaman implementasi program tahap pertama, tahun 2006, TPJ dan LP3ES meninjau kembali sejumlah media yang digunakan dalam berkampanye oleh duta air. Dengan melibatkan sejumlah pihak, seperti Dikdas DKI, Visi Anak Bangsa, guru pendamping sekolah dan duta air tahap pertama. Dengan cara pandang masing masing pihak, terlihat efektivitas dan bentuk media yang tepat Untuk menunjang kampanye duta air.

Duta Air Tahap Kedua

Penentuan lokasi 10 sekolah duta, mempertimbangkan letak sekolah yang berdekatan dan berada di sebelah timur Sungai Ciliwung yang juga merupakan wilayah pelayanan TPJ. Distribusi sekolah ditentukan secara proporsional mempertimbangkan luas cakupan pelayanan air TPJ. Setelah diseleksi pada bulan Mei hingga Juni 2007, terpilih 6 sekolah di wilayah Jakarta Timur, 2 sekolah di Jakarta Utara dan 2 lagi di Jakarta Pusat.

Tahapan yang dilakukan dalam seleksi ini adalah, tim menentukan kriteria sekolah yang akan menjadi lokasi program, selanjutnya mencari daftar Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Jakarta dengan berkoordinasi dengan Dikdas DKI, menyusun daftar sekolah yang akan menjadi lokasi program, melakukan kunjungan lapangan (penilalan potensi, respon dan dukungan sekolah) dan menentukan sekolah terpilih.

Seleksi Duta Air

Pemilihan duta dilakukan setelah tim menentukan 10 sekolah lokasi program. Kriteria calon duta mengacu pada proses seleksi Program Duta Air Tahap Pertama. Antara lain: calon duta mempunyai prestasi akademik yang baik, mempunyal jiwa kepemimpinan (leadership), berasal dari kelas 5, serta memperoleh izin dari orang tua. Izin ini diperlukan agar aktivitas para duta air tidak hanya didukung pihak sekolah tapi juga memperoleh dukungan dari para orang tua.

Program tahap kedua diawali dengan sosialisasi pra seleksi tentang gambaran program pada mund dan sekolah. Pra seleksi ini dilakukan untuk memberikan gambaran program duta air pada murid kelas 4. Karena semua Murid kelas 4 juga memiliki hak untuk menjadi duta air, maka tim membuka pendaftaran bagi siswa kelas 4.

Setelah mendaftar, barnu para siswa mengikuti seleksi duta. Proses seleksi yang dilaktikan dengan membefikan 3 tes yaitu: tes psikologi dengan modifikasi dari alat tes psikologi yang telah distandarisasikan dengan bobot 40%, kemudian pemahaman mengenai air dengan bobot 25%, dan tes verbal dengan menggunakan media gambar untuk bercerita dengan bobot35%.

Pada tes verbal yang dinilai adalah imajinasi, retorika, dan respon, dengan bobot masing masing 40%, 40% dan 20%. Dari hasil tes dipilih 5 calon duta dengan skor tertinggi di tiap sekolah. Hasil itu kemudian didiskusikan dengan pihak sekolah untuk memilih 2 duta dari 5 calon. Diskusi ini dilakukan agar mempertimbangkan prestasi dan aktivitas keseharian dan calon duta air. Dari proses tersebut, ditetapkanlah 20 Duta Air Jakarta 2007.

Deklarasi Kesepakatan Bersama

Untuk membangun kesepahaman antara berbagai pihak dalam mengembangkan pendidikan air melalui sekolah dibuat sebuah Deklarasi Kesepakatan Bersama. Deklarasi itu memuat kesepahaman berbagai pihak terhadap fakta bahwa air di Jakarta sudah semakin kritis dan harus dilakukan upaya pelestarian sumber sumbernya.

Pihak yang ikut menandatangani dokumen kesepahaman adalah, Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, LP3ES, TPJ dan 10 sekolah lokasi program. Penandatanganan dilakukan pada 17 Juli 2007 di Kantor LP3ES, JI. S. Parman No. 81, Slipi, Jakarta Barat. Pihak yang hadir diantaranya adalah: guru pendamping, para duta air, para kepala sekolah, wakil kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI, TPJ dan LP3ES selaku tuan rumah.

Training Of Trainer (TOT)

Untuk melatih dan menggali kemampuan Duta Air dalam menyampaikan pesan tentang hemat dan sayangi air kepada orang lain, khususnya kepada teman teman mereka di lingkungan sekolah dilakukan Training Of Trainer (TOT). Training itu dilakukan dua hari (18 19juli 2007) di Kebun Wisata Pasirmukti, Citeurep, Bogor. TOT diikuti 20 duta 2007, seorang duta 2006, dan 10 guru pendamping duta 2007 serta seorang pendamping duta 2006.

Materi yang disampaikan secara garis besar terbagi dalam dua kelompok, yakni manajemen diri dan hemat dan sayangi air. Materi 'Manajemen Diri terdiri dari: Kepercayaan Diri, Motivasi, Teknik Presentasi Yang Baik serta Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain. Materi tersebut disampaikan Bendri Jaisyurrahman dari Yayasan Rumah Sholeh dan Siti Rahmawati, S.Psi serta Tri Anugerah Sandya Dewi, S.Psi dari Konsultan Psikologi "SWARA".

Materi 'Hemat dan Sayangi Air' terdiri dua bagian: "Pengetahuan tentang Air" dan "Bagaimana Melestarikan Air".

Materi pertama, menitikberatkan pada pengetahuan duta tentang siklus hidrologis air sebagai pemahaman dasar tentang asal muasal air, bagaimana sampai terjadinya penurunan kualitasnya, serta jumlah air di muka bumi ini.

Materi kedua, merupakan langkah praktis yang harus dilakukan oleh seorang duta agar air tetap lestari. Dengan menggunakan teknik problem solving, pada duta diajukan berbagai persoalan seperti pencemaran, erosi, penularan penyakit oleh air. Dengan demikian dari sesi ini duta dapat memahami apa yang dapat dilakukan dalarn ikut melestarikan air.

Selama training, buku "Sayangi Air" yang dikembangkan TPJ menjadi pegangan utama para duta. Untuk alat bantu visual yang mudah dicerna oleh anak anak, TPJ juga mengembangkan Video CD "Jali" (Jaga Lingkungan), berupa film animasi dengan tokoh anak-anak bernama "Jali".

Tenaga Pendamping

Pendampingan dilakukan oleh 5 orang tenaga lapangan dari LP3ES yang masing-masing bertanggung jawab pada dua sekolah. Pendamping berperan sebagal jembatan komunikasi dengan pihak sekolah maupun instansi lain. Pendampingan dilakukan dari proses seleksi sekolah hingga setelah duta terpilih.

Pada setiap pertemuan pendamping menyiapkan materi tertulis dengan merujuk pada modul "Sayangi Air" dengan materi komplementer dari modul KLH. Tergabungnya Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta pada program tahap kedua menunjukkan dukungan nyata dari Diknas untuk dapat mengembangkan pola pendidikan lingkungan melalui sekolah.



Post Date : 22 November 2007