Pengangkutan Sampah DKI di Siang Hari Diprotes

Sumber:Koran Tempo - 16 April 2008
Kategori:Sampah Jakarta

BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi memprotes kegiatan mengangkut sampah milik warga Jakarta pada siang hari. Truk pengangkut yang menuju kawasan tempat pembuangan akhir Bantar Gebang itu diminta jalan malam atau ketika sepi.

"Supaya tidak mengganggu kenyamanan warga," kata Dedi Djuanda, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, kepada Tempo kemarin. Menurut dia, pemerintah Jakarta melanggar perjanjian kerja sama yang menjadi rujukan bertahun-tahun. Dalam perjanjian itu disebutkan truk sampah tidak boleh melintas di jalan umum Kota Bekasi pada siang hari.

Dedi menjelaskan, isi perjanjian itu didasarkan pada kenyamanan warga yang terganggu karena bau busuk sampah dan kemacetan lalu lintas yang diakibatkannya. Kenyataannya, kata dia, perjanjian itu dilanggar. DKI, ujar dia, kini membuang sampahnya pada siang hari, dan diperkirakan yang dibuang mencapai separuh dari total sampah 5.500 ton per hari.

Menurut Dedi, pencemaran akibat bau sampah paling parah terjadi di Jalan Raya Narogong. Di kawasan itu truk pengangkut sampah DKI sering terjebak kemacetan sehingga menebarkan bau busuk ke rumah-rumah warga.

Dedi mengatakan pekan depan Dinas Kebersihan Kota Bekasi akan mengevaluasi mekanisme pembuangan sampah bersama pemerintah DKI Jakarta. "Ini supaya regulasi pengangkutan sampah dipatuhi," ujarnya.

Dari pantauan Tempo, truk sampah itu melintasi jalan-jalan utama Kota Bekasi. Rutenya, dari tol Jakarta-Cikampek keluar di pintu tol Bekasi Barat, menuju Jalan A. Yani, lalu berbelok ke Jalan Raya Narogong. Truk juga terkadang melalui jalur sebelah utara untuk truk-truk yang bergerak dari Jakarta Utara, yakni dari arah Pulogadung, Kranji, lalu berbelok ke Jalan A. Yani dan berakhir di Jalan Raya Narogong.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Sutriyono, mendesak Pemerintah Kota Bekasi memperketat regulasi pengangkutan sampah. Ia meminta agar truk pengangkut sampah itu dijalankan pada tengah malam. "Soalnya, sudah sangat merugikan," ujarnya. HAMLUDDIN



Post Date : 16 April 2008