Pengaruh Waktu Tinggal Hidrolis Terhadap Penyisihan Bahan Organik dari Air Limbah Tahu Menggunakan Reaktor Gabungan Anaerobik dan Aerobik Dengan Menggunakan Media Bioball

Pengarang:Dewi Intania Ayu
Penerbit:Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 2008, xv + 74 hal.
Tahun Terbit:2008
Kata Kunci:Limbah Tahu, Reaktor Anaerobik-Aerobik, Biologis, Media
Lokasi:Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
Kategori:Karya Ilmiah
Referensi:http://www.trisakti.ac.id/faltl/

Industri makanan seperti tahu, dalam prosesnya menghasilkan air buangan atau disebut sebagai air limbah tahu. Air limbah ini sebelum dibuang ke badan air, hendaknya diolah terlebih dahulu untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan,seperti bau tak sedap dan pencemaran terhadap badan air. Untuk mengolah limbah tersebut dilakukan dengan pengolahan biologis menggunakan reaktor gabungan anaerobik-aerobik bermedia bioball dan dengan menggunakan variasi waktu tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati penyisihan bahan organik (COD) dan TSS dengan variasi td yaitu 12, 18 dan 24 jam. Percobaan dilakukan pada suhu ruang berkisar 26 - 29ºC. Tahap penelitian dimulai dengan pembenihan (seeding) yang bertujuan untuk menumbuhkan mikroorganisme yang dapat mendegradasi/mengurai air limbah. Masa pembenihan yang dilakukan dalam reaktor ini menggunakan sistem resirkulasi dengan td 24 jam, dan menggunakan air limbah penampungan yang berasal dari limbah tahu itu sendiri, berlangsung selama 41 hari, dengan konsentrasi VSS yang didapat sebesar 780 mg/l. Tahap aklimatisasi dilakukan dengan cara mengganti limbah penampungan secara bertahap dengan limbah murni tahu, hingga limbah penampungan 100% tergantikan oleh limbah murni tahu. Aklimatisasi  berlangsung selama 37 hari, dengan td 24 jam, dan menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 93,94%, konsentrasi VSS sebesar 7160 mg/l.  Penelitian Inti  adalah pengoperasian kontinyu dengan variasi td 24 jam, 18 jam dan 12 jam. Penelitian ini dimulai dengan waktu tinggal terlama. Nilai konsentrasi COD awal sebelum proses pengolahan inti dimulai adalah sebesar 6199,2 – 11575 mg/l. Hasil penelitian yang diperoleh, efisiensi penyisihan konsentrasi COD pada td 24 jam sebesar 90,3%, td 18 jam 84,4%, dan td 12 jam 76,3%. Sedangkan efisiensi penyisihan konsentrasi TSS pada td 24 jam sebesar 91%, td 18 jam 86,1% dan td 12 jam 84,5%. Pada penelitian ini biomassa tumbuh meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah bahan organik yang disisihkan, dibuktikan dengan biomassa total yang meningkat (3397920,3 – 4532199,9 mg) seiring dengan meningkatnya WTH. Selama penelitian ini, didapat biomassa terlekat sebesar 3159210,3 – 4330113,9 mg , sedangkan biomassa tersuspensi sebesar 202086 – 238710 mg. Perhitungan parameter kinetika penyisihan substrat dalam proses ini berturut-turut dihasilkan Y = 0,72 mg VSS/mg COD, Nilai Kd = 0,066 hari-1, μm = 2,45 hari-1, Ks = 11731,1 mg/l, qm = 3,41 hari-1, n = 0,293 dan  nilai k = 7,3577 hari-1. Dalam penelitian ini beban organik yang diperoleh sebesar 37,5806 kg COD/m3 media.hari dan untuk beban organik tersisihkan sebesar 29,1708 kg COD/m3 media.hari, dengan efisiensi penyisihan 77,62%. Proses anaerobik pengolahan limbah makanan dengan menggunakan downflow fixed bed reactor, beban organik berada dalam kisaran 4 – 17,5 kg COD/m3.hari, dengan efisiensi penyisihan COD sekitar 75-95% (Malina&Pohland, 1992). Efisiensi penyisihan COD dalam proses ini sudah cukup baik, tapi konsentrasi COD yang dihasilkan masih diatas baku mutu dalam hal ini SK.Gub./No.582/1995, oleh karena itu pada penelitian selanjutnya diperlukan waktu tinggal yang lebih lama dalam proses pengolahan limbah tahu tersebut dan juga diperlukan pengolahan lanjutan yang lebih cocok dengan kondisi limbah tersebut.

 

Pustaka ini tersedia di Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)

 



Post Date : 26 Desember 2008