Pengelolaan Sampah Terpadu Bukit Kencana Jaya Beroperasi

Sumber:Suara Merdeka - 20 Februari 2007
Kategori:Sampah Luar Jakarta
SEMARANG - Sampah di Perumahan Bukit Kencana Jaya yang setiap hari mencapai antara 1 - 1,5 ton teratasi menyusul beroperasinya pengelolaan sampah terpadu. Ketua Pokja Pengelolaan Sampah Terpadu, Ch Ari Sulistyono, Senin (19/2) mengatakan, pengelolaan itu mampu mengurangi limbah rumah tangga 60%-65%, sementara sisanya 35%-40 % diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang.

Pengolahan sampah terpadu di perumahan itu merupakan yang pertama di Jateng. Pengelolaannya melibatkan semua warga, karena sejak awal, rumah tangga harus memilah sampah menjadi tiga bagian, yaitu organik basah (sisa makanan, sayur), kering (kertas, dus, botol), serta limbah seperti aki dan baterai bekas, sprayer insektisida, dan pembalut wanita.

Ari mengatakan, sampah organik basah akan diproses dengan mesin penggiling menjadi kompos, sedangkan sampah kering akan dikumpulkan kemudian dijual. Limbah berbahaya diangkut ke TPA Jatibarang.

"Dengan demikian, kebersihan terjaga dan sanitasi lingkungan juga lebih sehat. Pengelolaan sampah terpadu juga membuka lowongan pekerjaan, karena hasil dari penjualan kompos dan limbah kering, bisa untuk menggaji tenaga kerja," katanya.

Di lokasi pengolahan sampah itu terdapat dua tenaga kerja. Satu pekerja digaji Rp 750.000/bulan, sedangkan satu lagi berdasarkan persentase hasil penjualan produk pengolahan sampah, yang hasilnya lebih dari Rp 750.000/bulan.

"Memang untuk tiga bulan ke depan, penggajian tenaga kerja masih ditanggung Yayasan Bintari bersama GTZ Jerman yang menjadi promotor. Tapi setelah itu, gaji dan biaya operasional akan ditutup dari hasil penjualan produk pengolahan limbah," kata Ari.

200 Kg Per Jam

Koordinator Teknik Pokja Pengelolaan Sampah Terpadu, Sucipto mengatakan, mesin penggiling mampu mencacah sampah organik sekitar 200 kg/jam. Dosen Fakultas Teknik Unnes itu mengatakan, bila mesin tidak rewel, setiap hari semua sampah organik yang masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS) bisa diolah untuk menjadi kompos.

Sebelum digiling, sampah organik diolah lebih dulu dengan memberi campuran sekam, bekatul, ragi, dan bakteri yang diambil dari akar pohon pisang. Dia meminta Dinas Kebersihan Kota Semarang membantu mengangkut semua sisa sampah tahun lalu yang masih campur-baur ke TPA Jatibarang.

Bangunan di TPS Perumahan Bukit Kencana Jaya terbagi atas tiga petak, yaitu tempat untuk memilah dan menyimpan sampah kering, penggilingan dan pengolahan, serta gudang kompos yang sudah dikemas. Perumahan itu dihuni sekitar 1.000 keluarga, tersebar di lima RW. (H7-62)



Post Date : 20 Februari 2007