Pengenalannya Perlu Ekstra Promosi

Sumber:Kompas - 13 Desember 2007
Kategori:Climate
Nusa Dua, Kompas - Sejumlah produk ramah lingkungan, hemat energi, dan energi terbarukan dari beberapa departemen dan swasta nasional mengikuti pameran Cool Energy Exhibition "Care for the Change" Bali 2007, di Pulau Besar. Kegiatan ini sebagai rangkaian Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim, 3-14 Desember di Nusa Dua. Namun, beberapa produk dirasakan masih asing atau belum akrab (familiar) bagi pengunjung pameran.

Salah satunya adalah produk pendingin yang mampu menyimpan energi sampai 45 persen dibandingkan dengan pendingin konvensional yang sudah beredar di masyarakat luas. "Padahal produk ini sudah dipakai sejumlah hotel di Jakarta dan sedang diuji coba di Bali dan Makassar. Karena itu, kami memanfaatkan pameran sebagai upaya promosi pendingin hemat energi," kata John Budi Harjanto Listijono M Eng Sc, penemu pendingin hemat energi, yang juga dosen Universitas Atmajaya.

Produk penemuannya yang dinamai Pendingin untuk Daerah Tropis itu memenangkan Asean Energy Award 2004 di Bangkok, Thailand, dan Asean Energy Award 2007 di Malaysia. John mempresentasikan bahwa pendingin penemuannya mampu menekan kelembaban pada suhu 25 derajat dalam waktu dua jam. Adapun pendingin konvensional untuk mencapai kenyamanan dalam 25 derajat memerlukan energi sampai empat jam.

Menurut John, tidak mudah membuat masyarakat paham pentingnya menghemat energi.

"Memberikan pengertian bahwa pendingin yang beredar sekarang ini merupakan produk yang didesain bukan untuk kawasan tropis. Karena itu, kami senang dapat ditampung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mewakili Indonesia ke ajang ASEAN," ujar John.

Diuji coba

Di Bali, pendingin untuk wilayah tropis tengah diujikan di Hotel Padma, Kuta (Badung), dan Nature Ubud (Gianyar).

Selain itu, dipamerkan pula kendaraan menggunakan bahan bakar etanol 85 persen. Bahan bakar ini berasal dari limbah tebu. Hanya saja, kendaraan berbahan bakar etanol ini belum diproduksi secara massal oleh Sugar Group Companies.

"Ternyata, produk dalam negeri itu sudah banyak yang ramah lingkungan. Hanya saja, kami tidak tahu karena kurangnya publikasi," kata Ariyanto, salah satu pengunjung yang datang dari Surabaya.

Stan-stan pemeran terlihat lengang dari pagi hingga sore hari. Bahkan beberapa stan produk dalam negeri menyayangkan lokasi yang terlalu jauh dari kawasan konferensi dan udaranya panas di Pulau Besar. Mereka membayangkan jumlah peserta yang datang lebih dari 10.000 orang dari 187 negara sehingga tidak akan sia-sia ikut berpameran.

"Ternyata pengunjungnya sepi tidak seperti yang kami ba- yangkan sebelumnya," keluh Rudi, penjaga salah satu stan. (AYS)



Post Date : 13 Desember 2007