Pengolahan Limbah Industri Kecil Tahu-Tempe dengan Modul DEWATS untuk UKM

Penerbit:Yogyakarta, Borda, 2005, 8 hal
Tahun Terbit:Th. 2005
No. Klasifikasi:363.728 BRE p
Kata Kunci:booklet, limbah industri kecil, tahu-tempe, UKM
Lokasi:Perpustakaan AMPL
Kategori:Leaflet

Industri kecil tahu dan tempe banyak tersebar di kawasan perkotaan sampai ke perdesaan. Tahu dan tempe merupakan panganan yang sudah lazim dikonsumsi oleh bangsa Indonesia. Karena besarnya pasar yang dapat menerima produk tahu dan tempe, maka industri ini tumbuh dan berkembang dengan mudah dimana saja di pelosok kota. Namun demikian, seperti halnya kegiatan industri lainnya, produksi tahu dan tempe pun menghasilkan limbah atau buangan. Bahan baku tahu dan tempe adalah kedelai.

Limbah tahu dan tempe adalah limbah yang dihasilkan dari proses pembuatannya maupun dari hasil pencucian kedelai. Limbah yang dihasilkan berupa padat dan cair. Limbah padat ampas perasan kedelai dan kulit kedelai masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sedangkan limbah cair proses pembuatan tahu, biasanya masih mengandung protein tinggi, dan apabila dibuang ke sungai dan terkena panas akan menyebarkan bau serta menyebabkan badan air atau sungai tercemar.

Booklet ini berisi uraian:
- mengenai diagram pembuatan tahu dan tempe,
- informasi mengenai limbah proses tahu dan tempe,
- modul DEWATS untuk Usaha Kecil Menengah,
- Konstruksi modul DEWATS, serta
- pembiayaan dan kebutuhan lahan



Post Date : 09 Mei 2007