Peninjauan Protokol Kyoto Terganjal Arab Saudi

Sumber:Koran Sindo - 06 Desember 2007
Kategori:Climate
NUSA DUA (SINDO) Arab Saudi menentang upaya memasukkan komitmen dan isu-isu baru, seperti masalah keamanan energi, daya saing internasional, dalam Protokol Kyoto.

Penolakan Arab Saudi tersebut merupakan bagian dari upaya mengganjal pembahasan amandemen Protokol Kyoto. Resistensi Arab Saudi tersebut terungkap dalam pertemuan Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua,kemarin.Menurut Arab Saudi, peninjauan ulang Protokol Kyoto harus konsentrasi pada implementasi komitmen pada negara industri.

Kami mendesak agar peninjuan ulang tidak memasukkan komitmen baru bagi negara berkembang. Kami menentangnya. Kita jangan memasukkan isu-isu baru dalam Protokol Kyoto, tegas Ali bin Ibrahim Al Nuaimy, delegasi Arab Saudi di Bali International Convention Center (BICC).

Arab Saudi mengakui, Protokol Kyoto telah secara komprehensif mengatur masalah emisi gas dan keterkaitannya dengan sektor ekonomi. Arab Saudi menyoroti tentang Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) yang diperkenalkan dalam Protokol Kyoto.

Kami bergabung karena konsep CDM memberikan solusi yang adil untuk pengurangan emisi global, ujar Ali. Mereka menegaskan, peninjuan ulang kedua terhadap Protokol Kyoto harus lebih menekankan pada komitmen negara industri. Menurut Ali, proposal yang diajukan pada UNFCCC memiliki konsekuensi yang mengikat secara hukum.

Kita terkejut reaksi dari negara maju yang menolak sanksi,ungkap Ali. Lebih lanjut, Ali menekankan pada masalah adaptasi yang terus menjadi bahan perdebatan. Adaptasi merupakan isu lain yang terkait perubahan iklim. Negara berkembang akan terkena dampak paling berat. Peninjuan ulang Protokol Kyoto harus mengambil langkah nyata adaptasi terhadap perubahan iklim, tambah Ali.

Dia mempertanyakan kemajuan dalam masalah adaptasi yang tak kunjung ada. Sementara negara lain mendukung agar peninjauan kembali Protokol Kyoto disesuaikan laporan terakhir para pakar perubahan iklim. Mereka menilai, memasukkan isu-isu terbaru dapat menguatkan Protokol Kyoto.

Kita di Bali untuk menyusun peta jalan perubahan iklim. Ada sejumlah hal yang penting untuk masa depan.Peninjauan ulang Protokol Kyoto harus menyeluruh dan lebih rinci, ungkap Ben Farger, delegasi Australia. (syarifudin)



Post Date : 06 Desember 2007