Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Buangan Kota Wisata, Cibubur

Pengarang:Evan Giovanni
Penerbit:Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 2008
Tahun Terbit:2008
No. Klasifikasi:363.72 GIO p
Kata Kunci:kapasitas, debit, dimensi, BOD, biaya.
Lokasi:Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
Kategori:Karya Ilmiah
Referensi:http://www.trisakti.ac.id/faltl/

Kota Wisata Cibubur merupakan suatu kawasan dengan luas 750 Ha yang diperuntukkan sebagai pemukiman dan dilengkapi berbagai fasilitas komersil, juga disediakan air bersih  berasal dari eksplorasi sumur-sumur artesis dalam yang memiliki kapasitas total keseluruhan 50 L/dtk (tahun 2005). Kota Wisata telah memiliki saluran  air buangan (drain city) untuk mengalirkan air kotor dan air hujan, sedangkan air kotoran disalurkan ke tangki septik dan efluennya masuk ke peresapan, namun demikian sistem pelayanan sanitasi ini dinilai kurang baik karena air kotor masih dapat mencemari badan air penerima, sedangkan air kotoran dapat mencemari air tanah dalam. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini direncanakan sistem bangunan instalasi pengolahan air buangan, yang berfungsi mengolah air buangan secara biologis, untuk menghasilkan air olahan yang sesuai dengan baku mutu. Persentase kuantitas air buangan Kota Wisata adalah 84% terhadap kebutuhan air bersih, dengan  total debit air buangan dari daerah perumahan dan komersial pada tahun 2005 diproyeksikan sebesar 33,7 L/dtk dan tahun 2010 sebesar 93,3 L/dtk. Berdasarkan pentahapan pelaksanaan pembangunan dan perhitungannya, direncanakan dua bangunan pengolahan air buangan dengan kapasitas masing-masing 55 L/dtk. Setelah konsentrasi campuran dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat No 660.31/SK/694-BKPMD/82, maka kandungan yang perlu disisihkan adalah, BOD, COD, Ammonia. Berdasarkan parameter tersebut dapat ditentukan alternatif-alternatif unit pengolahan air buangan yang efisien dan efektif. Dimensi unit-unit yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut :
Nama Unit Pengolahan Dimensi Unit Pengolahan
1. Unit Saringan (manual)
2. Bak Penangkap pasir
3. Unit Ekualisasi

4. Unit Aerasi (tercampur sempurna)
5. Unit Sedimentasi II (bundar)
6. Unit Disinfeksi ( baffle channel)
7. Unit Pengental Lumpur (gravitasi)
8. Unit Stabilisasi
9. Alas Pengering Lumpur Panjang = 2 m, kedalaman = 0,7 m, lebar = 0,74 m
Panjang = 5 m, kedalaman = 0,44 m, lebar = 0,63 m
Panjang atas = 21 m, lebar atas = 21 m, kedalaman = 3,5 m
Panjang bawah = 10 m, lebar bawah = 10 m
Panjang = 23,5 m, lebar = 11,5 m, kedalaman = 3 m
Diameter = 21 m, kedalaman = 3,5 m
Panjang = 9,6 m, lebar = 7,2 m, kedalaman = 1m
Diameter = 2,8 m, kedalaman = 2,8 m
Panjang = 1,4 m, lebar = 1,4 m, kedalaman = 1 m
Panjang = 4,4 m, lebar = 2,2 m, kedalaman =  m
Parameter pencemar BOD dan TSS digunakan untuk menentukan beban air buangan dan  perencanaan kapasitas instalasi pengolahan air buangan terutama pada unit pengolahan biologis. Berdasarkan analisa dan perhitungan didapat konsentrasi influen BOD 170 mg/L dan TSS 65 mg/L, sedangkan untuk kosentrasi efluen yang direncanakan adalah BOD 20 mg/L dan TSS 50 mg/L. Untuk Merealisasikan pembangunan instalasi pengolahan air buangan maka besarnya biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 3.985.268.676.

Pustaka ini tersedia di Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
 



Post Date : 26 Desember 2008