Perencanaan Pipa Induk Penyaluran Air Buangan di Citra Indah Jonggol-Bogor

Pengarang:Indaria Fitridyanti
Penerbit:Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 2008, xxii + 212 Hal.
Tahun Terbit:2008
Kata Kunci:Debit Air Buangan, Pipa Induk, Sistem Penyaluran Air
Lokasi:Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
Kategori:Karya Ilmiah
Referensi:http://www.trisakti.ac.id/faltl/

Citra Indah merupakan kawasan perumahan seluas kurang lebih 600 ha yang terletak sebelah selatan Jakarta di wilayah timur Cibubur kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Perencanaan pengembangan jaringan pipa Induk Sistem Penyaluran Air Buangan ini direncanakan melayani 100% penduduk hingga lahan terisi penuh.
Sistem penyaluran air buangan di Citra Indah sampai akhir tahun perencanaan direncanakan dapat melayani penduduk total 60000 jiwa. Faktor hari maksimum 1,34 dan persentase air buangan didapat dengan mengadakan perbandingan dengan kawasan di perumahan Bukit Mutiara Balikpapan Kalimantan Timur yaitu sebesar 78 %. Debit Rata-rata air buangan akhir tahun perencanaan sebesar 1,4 L/dtk/1000jiwa.
Pemilihan jalur alternatif I diplih jalur sistem penyaluran air buangan yang lebih banyak melewati jalan utama yang padat akan perumahan, menyebarangi sungai Cibodas sehingga harus menggunakan bangunan pelengkap yaitu siphon. Jalur alternatif II merupakan sistem penyaluran air buangan yang mempunyai jalur terbagi menjadi dua, yaitu sebagian besar melewati kawasan hunian dan komersial yang cukup padat dan ada sebagian yang tidak melewati jalan utama Citra Indah. Alternatif II juga menyebarangi sungai Cibodas, sehingga harus menggunakan bangunan pelengkap yaitu siphon. Sedangkan jalur alternatif III jalur sistem penyaluran air buangan hampir sama dengan alternatif II tetapi jaringan pipa air buangan menuju 2 IPAL dengan letak yang berbeda. Alternatif jalur pipa yang terpilih adalah alternatif III karena panjang pipa yang digunakan lebih pendek, tidak menggunakan shipon, dan biaya investasi lebih rendah.
Total investasi rencana sistem penyaluran air buangan + IPAL sebesar Rp. 68.375.513.638,00 dengan diameter yang digunakan 200 mm-500 mm, jumlah manhole 51 buah, dan perlengkapan lain berupa 2 buah bangunan gelontor. Pentahapan pada alternetif ini dibagi 2 tahap yaitu tahap I melayani  24,67% dan Tahap II melayani 75,33% dengan rincian biaya alternatif terpilih tahap I sebesar Rp 22.952.339.311,00 dan tahap II sebesar Rp 45.423.174.327,00 dengan perhitungan biaya per meter pipa sebesar Rp 5.182.472,00 /m atau sebesar Rp 4.558.368,00 /sambungan rumah.
 

Pustaka ini tersedia di Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)

 



Post Date : 26 Desember 2008