Pipa Transmisi Pecah Pasokan Air Terganggu

Sumber:Pikiran Rakyat 29 Maret 2005
Kategori:Air Minum
BANDUNG, PR).-Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung, H.M. Budiman minta maaf kepada masyarakat Kota Bandung, menyusul pecahnya pipa transmisi Cisangkuy lama di daerah Kukje Kec. Banjaran, Kab. Bandung, Senin (28/3). Akibat pecahnya pipa trasmisi itu, debit air baku yang dipasok ke pengolahan air bersih di Jln. Badaksinga Kota Bandung berkurang hingga 700 l/detik dari debit normal 1.500 l/detik.

Dampak selanjutnya, para pelanggan di beberapa daerah di Kota Bandung juga mengalami gangguan pasokan air bersih antara 2-4 hari. Di antara daerah yang terganggu tersebut Bandung Timur, Bandung Tengah/Selatan, dan Bandung Barat.

"Kami minta maaf kepada masyarakat, khususnya para pelanggan atas gangguan itu. Saat ini, kami sedang melakukan perbaikan pipa yang pecah," ujar Budiman saat dikonfirmasi "PR" di sela-sela memimpin upaya perbaikan tersebut, Senin sore kemarin.

Sejauh ini, belum diketahui persis penyebab pecahnya pipa transmisi itu. Ada beberapa dugaan, antara lain akibat getaran kendaraan secara terus menerus, karena lokasi pipa persis berada di bawah ruas jalan yang padat lalu lintas.

Selain itu, umur pipa yang memang sudah tua. Pipa transmisi Cisangkuy ada dua buah, satu pipa lama yang ditanam tahun 1959 dan satunya lagi dibangun beberapa tahun lalu. Pipa yang pecah adalah pipa lama berdiameter 800 mm.

"Penyebab pastinya, sedang kami teliti. Namun yang jelas, selain sudah tua, sebagian pipa transmisi Cisangkuy sepanjang 30 km berada persis di bawah jalan raya dan rumah-rumah penduduk," tambahnya.

Tinggal 800 l/detik

Menurut Budiman, pekerjaan perbaikan baru bisa dilakukan maksimal pada malam hari. Sebab, kondisi lalu lintas yang padat sangat rawan terjadi kecelakaan serta menyebabkan macet.

"Kalau dilakukan siang hari, situasinya tidak mendukung. Selain jalanan menjadi macet, juga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas."

Budiman juga mengungkapkan, pecahnya pipa transmisi Cisangkuy lama menyebabkan debit air baku yang mengalir ke pengolahan Badaksinga tinggal 800 l/detik, dari sebelumnya 1.500 l/detik. Angka tersebut, praktis tidak mencukupi pasokan kepada para pelanggan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Bandung, PDAM memberi layanan air tangki selama 24 jam. Air tangki akan diantar ke rumah sesuai alamat yang diberikan pemesannya. "Layanan air tangki saya perintahkan 24 jam. Soal harga, saya tidak hafal karena daftarnya ada di kantor," ujar Budiman. (A-100)***



Post Date : 29 Maret 2005