Proyek Cinambo Terhambat Hujan

Sumber:Republika - 06 Oktober 2004
Kategori:Drainase
BANDUNG -- Pembangunan bantaran di sepanjang Sungai Cinambo, dan beberapa sungai di kawasan Bandung timur, Kota Bandung, terpaksa dihentikan. Pasalnya, pembangunan bantaran yang diharapkan dapat mengatasi banjir di Gedebage itu, terhambat musim hujan dan tersendatnya pembebasan lahan. ''Terlalu riskan kalau proyek ini harus terus dijalankan,'' ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Maman Suparman, seusai acara penerimaan bantuan peralatan tekstil dan bengkel, di Balai Kota Bandung, Selasa (5/10). Kegiatan pembangunan bisa dilanjutkan sebatas menggali Sungai Cinambo.

Seharusnya, kata Maman, pembangunan tersebut bisa selesai sesuai jadwal apabila pembebasan tanah di daerah tersebut tidak mengalami hambatan. Pada awalnya, imbuh dia, masyarakat menawarkan harga Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per meter. Padahal harga itu di luar batas kewajaran. ''Bahkan dana proyek yang dianggarkan Rp 60 miliar ini tidak akan sanggup untuk menutupi permintaan masyarakat,'' tuturnya.

Setelah melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan, sambung Maman, Pemkot Bandung akhirnya menyanggupi memberi ganti rugi tanah antara Rp 100 ribu sampai Rp 160 ribu. ''Tapi kesepakatan ini membutuhkan waktu yang lama, sehingga tetap saja waktunya mepet,'' katanya menjelaskan. Untuk pembebasan lahan di daerah itu, cetus Maman, pemkot mengeluarkan dana sebesar Rp 20 miliar. Dengan demikian, dana yang ada tinggal Rp 40 miliar. ''Dana yang ada hanya tinggal Rp 40 miliar,'' cetusnya.

Kepala Dinas Pengairan Kota Bandung, Ir H Farid Mulyadi, mengatakan, banjir di Gedebage selalu terjadi setiap tahun. Hal ini terjadi mulai dari Jl Rumah Sakit sampai ke Jl Soekarno-Hatta. Penyebabnya, saluran Sungai Cinambo yang mempunyai elevasi di atas tanah, yang semula merupakan saluran pembawa (irigasi), mengairi kawasan Gedebage. Seiring dengan perubahan fungsi lahan, imbuh Farid, berubah pula fungsi saluran menjadi saluran drainase (saluran pembuang). Akibatnya, saluran yang semula mempunyai lebar dasar tiga sampai empat meter, menyempit hingga dua meter saja.

Dikatakan Farid, pihaknya telah dua kali mengupayakan penanggulangan banjir. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Pada penanggulangan tahap I, katanya, normalisasi Sungai Cinambo dan Cisaranten, mulai dari rel kereta api sampai ke jalan tol Padaleunyi sepanjang 4,6 kilometer. Upaya ini, sambung Farid, akan dilanjutkan dengan tahap dua, yakni normalisasi Sungai Cijalupang sepanjang 4,3 kilometer.''Tapi seperti yang diketahui, pembangunan ini tersendat,'' katanya menandaskan.

Laporan : ren

Post Date : 06 Oktober 2004