Ratusan Rumah Terancam Terendam

Sumber:Suara Merdeka - 06 April 2005
Kategori:Drainase
BREBES- Kondisi tanggul Sungai Pemali di Kelurahan Pasar Batang dan Desa Tengki, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, semakin memprihatinkan.

Hal itu disebabkan oleh derasnya arus dan debit air Sungai Pemali yang tinggi, sehingga menggerus tanggul di sekelilingnya.

Akibatnya, tanggul yang semula memiliki lebar enam meter dan ketinggian 15 meter, saat ini tinggal memiliki lebar 2,5 meter. Apabila tidak segera dilakukan upaya perbaikan, tanggul tersebut akan jebol. Diperkirakan, ratusan rumah warga di Kecamatan Brebes akan terendam air.

Menurut Kepala Lingkungan RW 9 Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Ahmad Kholiluloh, penggerusan tanggul mulai terasa sejak tahun 2004. Awalnya, tanggul yang tergerus belum terlalu lebar, namun saat ini sudah mulai menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Akibatnya, masyarakat selalu waswas dengan kondisi itu, terutama saat turun hujan lebat. Bahkan, warga sering melakukan ronda untuk mengantisipasi segala sesuatu yang rawan.

Lurah Pasarbatang Sakwid Wachyudi mengatakan, sejauh ini masyarakat sudah melakukan upaya antisipasi agar tanggul tidak jebol. Mereka memasang tumpukan karung berisi pasir di sepanjang tanggul yang tergerus. Namun saat hujan turun lebat, tumpukan karung tersebut tidak dapat bertahan dan ikut hanyut terbawa air sungai. Karena itu, warga meminta kepada pihak terkait untuk segera mengupayakan perbaikan dan pembuatan tanggul permanen.

Belum Ada Perbaikan

Menurut Sakwid, tentang kerusakan itu pihaknya melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes dua kali. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan dan baru sebatas tinjauan lapangan.

Sementara itu, Ymt Kasubdin Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes Samad Karsoprawiro mengatakan, tanggul yang mengalami kerusakan panjangnya mencapai satu kilometer dan lebar 2-3 meter, terdiri atas dua wilayah yaitu di Desa Tengki dan Kelurahan Pasar Batang.

Menurutnya, kerusakan tanggul selain terjadi karena gerusan air sungai, juga disebabkan oleh posisi tanggul yang berada di tikungan sungai. Maka sebelum air sungai membelok, aliran tersebut mengantam tanggul dan mengikis tanah tanggul sedikit demi sedikit.

Terkait dengan upaya penanganan, pihaknya melaporkan ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah seminggu lalu. Sebab, perbaikan tanggul menjadi kewenangan dinas tersebut. Dengan demikian, mengenai waktu pelaksanaan perbaikan, hingga saat ini belum bisa dipastikan.(wn-74s)



Post Date : 06 April 2005