Ratusan Rumah Terendam

Sumber:Koran Sindo - 16 September 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

JAKARTA(SINDO) – Tanggul Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kembali jebol.Ratusan rumah di Kompleks Induk Perumahan Koperasi Pegawai Negeri Sipil (IKPN),Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, terendam air hingga 1,5 meter.

Jebolnya tanggul kali Pesanggrahan bukan pertama kali terjadi.Pertengahan Agustus lalu,tanggul pernah jebol dan mengakibatkan ratusan warga mengungsi.Menurut warga, luapan air dari kali Pesanggrahan terjadi Selasa (14/09) pukul 17.30 WIB. Warga pun terpaksa mengungsi di beberapa tempat termasuk di rumah saudara mereka. Sutarno, 36, warga Kompleks IKPN mengatakan,banjir tersebut merendam rumah warga di dua RW, yakni RW 04 dan RW 12.Sedangkan tanggul yang jebol berada di RW 12 sepanjang 40 meter.“Selasa malam air mencapai 3–4 meter,”katanya.

Menurut dia, tanggul tersebut jebol karena tanggul yang terbuat dari karung-karung pasir itu tidak mampu menampung tingginya debit air.Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi menuturkan, pihaknya telah mengirimkan beberapa petugas siaga termasuk bantuan. Menurut dia, tanggul tersebut sebenarnya masih dalam tahap pengerjaan setelah jebol pada 17 Agustus lalu.“Pengerjaan tanggul itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta,”katanya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, tanggul Kali Pesanggrahan jebol karena tidak mampu menampung beban banyak.Menurut Ery, Kali Pesanggrahan merupakan tanggung jawab Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, kewenangan Pemprov DKI Jakarta hanya sebatas membebaskan lahan untuk pembangunan tanggul di badan sungai. “Untuk biaya konstruksi menjadi tanggung jawab Kementerian PU,”katanya. Pihaknya memastikan bahwa banjir di sekitar Kali Pesanggrahan tidak ada kaitannya dengan belum selesainya pembangunan Situ Gintung di Ciputat.Menurut dia, tanggul Kali Pesanggrahan jebol karena curah hujan di wilayah Jakarta sangat tinggi. “Kalau yang tertampung di Situ Gintung sedikit. Dan yang di bawah Situ Gintung itu masih banyak dan mengalir ke Kali Pesanggrahan,”katanya.

Tanggul di sepanjang Kali Pesanggrahan dibuat tahun 1980-an. Perawatan dilakukan secara bertahap, yakni bila ada bagian yang bocor, maka langsung ditambal.Namun, lama kelamaan tanggul digerogoti erosi air sehingga akhirnya jebol. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui bahwa kawasan tersebut merupakan rawan banjir. Menurut dia, di kompleks IKPN biasa disebut, seperti baskom air. Air yang menggenang tidak bisa keluar karena tak ada jalan keluar. “Karena memang sangat rendah. Air hanya bisa surut kalau dipompa keluar.Untuk itu kita installpompa yang cukup besar dengan kapasitas 250 liter per detik. Ini kita tambah lagi dengan dua mobil unit yang besarnya kurang lebih 150 liter per detik,”papar Fauzi.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi (Satkorlak PBP) DKI Jakarta menyebutkan, sedikitnya ada 12 kelurahan di lima kecamatan Jakarta Selatan tergenang air setinggi 20 hingga 150 cm.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta telah mengirimkan bantuan kepada korban berupa beras 300 kg, mi instan 10 dus, sarden 10 dus, selimut 20 lembar, tikar 10 lembar, family kids 10 paket dan foodware 5 paket. “Kami akan pantau terus untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di 12 kelurahan tersebut.

Begitu juga dengan posko-posko dapur umum dan kesehatan sudah siap di sana,” kata Kepala Dinas Damkar dan PB Paimin Napitupulu. Selain di Jakarta Selatan, banjir juga terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, kemarin. Sebanyak 3.000 warga di sebelas RT di RW 4 dan 3, terendam banjir. Banjir akibat luapan Kali Sunter ini merendam rumah warga dengan ketinggian satu hingga dua meter.Luapan Kali Sunter ini mulai dirasakan warga pada Selasa (14/9) sekitar pukul 20.00 WIB. (helmi syarif/denny irawan/ ahmad baidowi/isfari hikmat)



Post Date : 16 September 2010