Ratusan Rumah Terendam

Sumber:Kompas - 27 Oktober 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

Jakarta, kompas - Ratusan rumah di Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri Bintaro di Jalan Veteran, Jaksel, terendam luapan air Kali Pesanggrahan setinggi 1,5 meter-2 meter. Di RSKD Duren Sawit, Jaktim, genangan air terjadi di pintu gerbang, mengganggu akses publik.

Genangan di Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro, Jakarta Selatan, membuat ratusan jiwa mengungsi. Posko pengungsian, seperti pada kejadian sebelumnya, terkonsentrasi di Masjid Al Humaira dan SDN 05 Bintaro.

”Tanggul sementara dari tumpukan karung berisi pasir itu tidak mempan menahan air. Air Kali Pesanggrahan terus masuk, Senin (25/10) malam sampai Selasa dini hari,” kata Naswan, warga setempat.

Sejak Senin malam, warga IKPN mengungsi. Sebagian warga telanjur terkepung banjir di rumahnya. Tim SAR gabungan dari Pemerintah Kota Jaksel, polisi, dan sukarelawan segera mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi mereka.

”Saya dan keluarga dijemput perahu karet Senin pukul 21.00. Untunglah, lebih aman di posko ini,” kata Lila, warga IKPN.

Wali Kota Jaksel Syahrul Effendi mengatakan, telah mengerahkan bantuan, baik makanan, obat-obatan, pakaian kering, selimut, perahu karet, maupun fasilitas kesehatan, seperti mobil klinik bagi korban banjir.

Selain di IKPN, banjir juga merendam tiga RW di Petogogan, Bukit Duri, dan Pondok Pinang. Kepala Satpol PP Jaksel Jurnalis mengatakan, mereka menyiagakan anggotanya untuk membantu warga korban banjir, antara lain dengan menyiapkan dua perahu karet di tiap lokasi banjir.

Bersihkan saluran

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Muhammad Tauchid mengatakan, luasnya jaringan saluran drainase yang harus dibersihkan membuat Pemprov DKI Jakarta berencana menggerakkan warga untuk bekerja bakti membersihkannya. Kerja bakti dimulai pada November 2010.

”Warga diajak untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Pemprov DKI memfasilitasi karung untuk membungkus lumpur dan sampah serta pengangkutan untuk pembuangannya,” kata Tauchid.

Pembersihan saluran drainase mikro diperlukan untuk mencegah genangan di tingkat lingkungan. Selain itu, beban sedimentasi di saluran drainase penghubung dapat dikurangi karena lumpur dan sampah dibersihkan di saluran mikro.

Selama ini, kerja bakti untuk pembersihan saluran drainase berlangsung bersamaan dengan program perbaikan kampung. Kali ini, kerja bakti untuk pembersihan saluran drainase berlangsung di semua kelurahan dan diikuti pembuatan lubang biopori dan sumur resapan.

Kerja bakti juga digelar secara rutin setiap bulan sepanjang tahun dan tidak berorientasi proyek. Penanganan banjir harus melibatkan warga dan tidak mungkin dilakukan Pemprov DKI sendiri.

Wakil Gubernur DKI Prijanto meminta seluruh penduduk dan pengusaha menaati koefisien dasar bangunan agar sisa lahan dapat menjadi ruang terbuka hijau. Masyarakat dan pengusaha diminta secara proaktif untuk membuat lubang biopori dan sumur resapan agar air terserap ke tanah, bukan ke saluran drainase.

Pada Selasa genangan dan banjir di Jakarta Timur tidak seburuk sehari sebelumnya. Kemacetan lalu lintas pun tidak sekacau sebelumnya. Meski demikian, sejumlah genangan air masih berulang terjadi di terowongan jalan di persimpangan Cawang UKI (Universitas Kristen Indonesia), di depan Gedung Wijaya Karya, serta Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.

Akses sulit

Camat Duren Sawit Wismark Yasabari mengatakan, genangan air di depan RSKD Duren Sawit tersebut terjadi karena saluran air menuju Banjir Kanal Timur (BKT) belum jadi.

Kepala Bagian Umum RSKD Dian secara terpisah mengatakan, genangan air yang terjadi di depan pintu gerbang RSKD menyulitkan akses ke RSKD.

”Padahal lembaga ini lembaga pelayanan umum. Kami sudah menyampaikan keluhan mengenai hal ini ke Wali Kota Jaktim, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, genangan air di wilayahnya juga terjadi di Pondok Bambu di sekitar perumahan Cipinang Indah.

”Genangan air di daerah itu terjadi karena penyempitan Kali Sunter dan banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas saluran. Bangunan liar itu sering kali menjadi sumber sumbatan sampah di kali,” ujar Wismark.

Dia menambahkan, hal serupa terjadi di Kelurahan Malaka Sari.

Wismark mengakui, kini Kali Jati Kramat yang bertemu dengan Kali Buaran menuju BKT sering meluap dan menimbulkan genangan karena adanya endapan lumpur.

”Saya menyampaikan seluruh persoalan ini kepada atasan sampai ke provinsi. Saya juga menyampaikan beberapa alternatif solusinya,” ucap Wismark.

Hujan yang turun Selasa belum membuat kawasan rawan banjir seperti di Cipinang Latihan, Cipinang Muara, Cipinang Besar Utara, dan Cipinang Besar Selatan terendam.

Genangan air di Kampung Pulo, Kampung Melayu, dan Jatinegara pun baru setinggi 20 sentimeter. Seperti biasa, genangan itu terjadi karena banjir kiriman dari Bogor.

Lokasi banjir

Traffic Management Centre Polda Metro Jaya mencatat, sedikitnya terdapat 17 lokasi banjir di Jakarta dan Kota Tangerang. Lokasi banjir kemarin meluas sampai Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, dan Sunter, Jakarta Utara. Sementara itu, kemacetan masih terus terjadi sejak menjelang sore hingga malam hari.

Sore kemarin, sisa banjir setinggi 20 sentimeter sampai satu meteran berangsur surut. Genangan air terparah, yaitu di permukiman sekitar Kota Tangerang, mulai surut menjadi 40 sentimeter.

Genangan air di Jalan Daan Mogot di depan Samsat Polda Metro Jaya, hingga pukul 18.15 masih setinggi 30 sentimeter. Hal ini membuat arus lalu lintas di sana tersendat.

Kemacetan sampai Selasa malam masih terjadi di perempatan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kendaraan di sana tidak bisa bergerak karena para pengemudi saling menyerobot jalan. Lalu lintas dari Pejompongan ke Patal Senayan pun padat.

Kondisi hampir sama terjadi di Casablanca arah ke Tebet, Jaksel dan Kampung Melayu, Jaktim. Di Jakarta Barat, terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Panjang ke arah Kedoya. Lalu lintas Jalan Tol Tomang ke Cawang padat merayap, sementara di arah sebaliknya lalu lintas bergerak perlahan. (TRI/NEL/ECA/WIN)



Post Date : 27 Oktober 2010