Ratusan Rumah Warga Terendam

Sumber:Koran Sindo - 13 Maret 2012
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
MEDAN – Banjir kembali merendam ratusan rumah di Kecamatan Medan Maimun. Ketinggian air bervariasi, mulai selutut orang dewasa normal hingga satu meter lebih. 
 
Menurut Haryansyah,warga Lingkungan 9, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, banjir terjadi Senin (12/3) sekitar pukul 06.00 WIB. Air yang merendam rumah warga diduga kiriman dari daerah pegunungan karena hujan yang terus turun sejak Senin dinihari. Beruntung banjir datang pada pagi hari sehingga ia dan warga sekitar masih sempat menyelamatkan harta benda ke lokasi aman, seperti ke bagian atap rumah.”Di sini kalau rumahnya tidak bertingkat, siapsiaplah kena banjir,”katanya. 
 
Warga Kelurahan Sei Mati lainnya, Endek mengatakan, banjir tersebut diperkirakan merendam ratusan rumah di daerah itu. Untuk tiga gang yang berada Lingkungan 9, yakni Gang Merdeka,Gang Keluarga, dan Gang Bidan saja diperkirakan ditempati mencapai 500 kepala keluarga (KK). ”Di lingkungan ini ada tiga gang yang hampir 500 KK, semuanya terendam,”katanya. 
 
Menurut dia, salah satu cara untuk mengurangi potensi banjir tersebut adalah dengan melakukan pengorekan dasar Sungai Deli. Karena akibat berbagai kegiatan industri dan rumah tangga selama ini, Sungai Deli mengalami pendangkalan sehingga sering meluap jika menerima debit yang banyak.”Kalau dikorek dua meter saja,warga mungkin agak tenang, ”katanya.
 
Banjir juga merendam seratusan rumah warga di Kelurahan Aur yang persis berada di pinggiran Sungai Deli. MenurutYuni,salah seorang warga Kelurahan Aur, banjir yang terjadi tersebut merupakan peristiwa yang kesekian kalinya karena meluapnya Sungai Deli. “Di sini sudah menjadi langganan banjir,”katanya. 
 
Kejadian serupa terjadi Kamis (8/3) lalu. Saat itu puluhan rumah di lingkungan 4 tergenang akibat meluapnya Sungai Deli. Ketinggian banjir yang melanda lingkungan warga di bantaran Sungai Deli bervariasi. Untuk rumah warga yang berdekatan dengan Sungai Deli, ketinggian airmencapai satu meter lebih. 
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Hannalore Simanjuntak mengatakan banjir tersebut terjadi karena adanya kenaikan air di alur sungai.”Banjir biasa, bukan banjir bandang. Karena itu,tidak ada warga yang dievakuasi,”katanya. ant 


Post Date : 13 Maret 2012