Ribuan Anak Meninggal Akibat Lingkungan Buruk

Sumber:Suara Pembaruan - 08 Agustus 2008
Kategori:Sanitasi

Secara umum, masalah terbesar terkait kepedulian masyarakat akan sanitasi, air, dan kesehatan lingkungan adalah masih belum diterapkannya perilaku hidup bersih dan sehat. Demikian dikatakan Direktur Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Wan Alkadri, kepada SP, baru-baru ini, di Jakarta.

"Perilaku hidup bersih dan sehat itu antara lain mencuci tangan dengan sabun untuk memutus mata rantai penularan penyakit, pengelolaan air dan makanan dalam rumah tangga yang aman, dan tidak buang air besar sembarangan. Penerapan perilaku tersebut, mengurangi hampir 90 persen penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare," kata Wan Alkadri.

Dia menegaskan, masyarakatlah yang bisa melindungi diri mereka sendiri dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut. Wan memaparkan, 19 persen atau sekitar 10.000 anak di bawah usia tiga tahun di Indonesia meninggal setiap tahun akibat diare.

10.000 Desa

Wan menuturkan, pada 20 Agustus 2008 akan dicanangkan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau Community Led Total Sanitation (CLTS). Strategi ini akan diterapkan di 10.000 desa di seluruh provinsi.

Strategi tersebut adalah program daerah bebas dari buang air sembarangan, perilaku mencuci tangan dengan sabun untuk memutus mata rantai penularan penyakit, pengelolaan air dan makanan dalam rumah tangga, pengelolaan limbah rumah tangga dan drainase, serta manajemen pengelolaan sampah rumah tangga.

Strategi tersebut telah diuji coba di enam provinsi, dan saat ini diimplementasikan di 22 provinsi di lebih dari 500 desa yang tersebar di 220 kabupaten/kota. Dengan sanitasi yang baik, risiko diare berkurang sebesar 36 persen, menjadi 47 persen dengan perilaku mencuci tangan menggunakan sabun, 39 persen melalui pengelolaan dan penyimpanan air yang baik.

Ketua Harian Pokja Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Oswar Mungkasa menjelaskan, sekitar 70 juta penduduk di Indonesia masih buang air besar sembarangan.

Oswar mengatakan, alokasi dana dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah untuk sanitasi dan penyehatan lingkungan hanya sekitar satu persen. Hal ini menunjukkan tingkat kepedulian pemerintah dan masyarakat terkait sanitasi dan penyehatan lingkungan masih rendah. [AMT/S-26]



Post Date : 08 Agustus 2008