Salah Urus Sampah, Jakarta Gagal Raih Adipura

Sumber:Koran Tempo - 14 Juni 2011
Kategori:Sampah Jakarta

JAKARTA -- Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta, Ubaidillah, mengungkapkan, kegagalan DKI dalam meraih penghargaan Adipura tahun ini karena semua wilayah di Jakarta telah salah mengurus sampah.

"Sampah itu semestinya tanggung jawab masing-masing wilayah, bukan dengan membuang ke luar wilayah," ujarnya kemarin.

Menurut Ubaidillah, membuang sampah ke luar wilayah, seperti Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, dianggap tak efisien dan hanya memboroskan biaya. Padahal Jakarta sebenarnya punya tempat pembuangan sampah sendiri, yaitu di Cilincing, Cakung, dan Kembangan. "Seharusnya pasang teknologi pengolahan yang baik di sana," katanya.

Untuk pertama kalinya, tak satu pun wilayah di Jakarta meraih Adipura yang diberikan pekan lalu. Mereka kalah bersaing dengan Palembang dan Surabaya, sebagai kota yang sama-sama langganan predikat kota terbersih dan terteduh, setelah nilai standar tahun ini dinaikkan dari 71 menjadi 73.

"Seandainya nilai standar masih 71, Jakarta Selatan (72) dan Jakarta Pusat (71) akan menerima Adipura," kata Deputi Menteri Lingkungan Hidup untuk Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3, dan Sampah, Masnellyarti Hilman, Minggu malam lalu.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bhurawa, mengaku kewalahan mendorong warga Jakarta agar mengelola sampah dengan benar. Dia mengungkapkan, hampir seribu ton dari 6.200 ton produksi sampah harian di Jakarta tak terangkut ke tempat pembuangan akhir pada tahun lalu.

Dari jumlah itu, 250 ton masuk ke sungai dan 500 ton dipaksa terdegradasi di alam. "Yang terdegradasi inilah yang bertebaran di manamana," kata Eko. FRANSISCO ROSARIANS | IRA GUSLINA



Post Date : 14 Juni 2011