Saluran Tersumbat karena Sampah

Sumber:Kompas - 05 Februari 2007
Kategori:Sampah Luar Jakarta
Yogyakarta, Kompas - Hujan deras selama satu setengah jam pada Minggu (4/2) sore kembali membuat ruas-ruas jalan di Yogyakarta tergenang. Di Jalan Laksda Adisucipto, misalnya, genangan yang tingginya mencapai lutut orang dewasa menyebabkan sejumlah kendaraan macet.

Di ruas Jalan Laksda Adisucipto yang terletak di timur Plaza Ambarrukmo, genangan air sudah mencapai setinggi roda mobil. Sejumlah mobil dan motor menjadi macet karenanya. Kendaraan yang masih sanggup melaju harus bekerja keras agar knalpot tidak kemasukan air.

Di Nologaten "barat Plaza Ambarrukmo" air sudah menggenangi rumah dan warung di sisi kiri jalan itu, meski ketinggiannya belum selutut. Untuk menghindari tambahan genangan, beberapa warga keluar dan mengingatkan kendaraan yang melintas agar melaju pelan.

Selain Jalan Laksda Adisucipto, genangan terlihat di hampir semua ruas jalan. Misalnya di Jalan Ipda Tut Harsono (Timoho), Jalan Kusumanegara, Jalan Batikan (sepanjang Kali Mambu), Jalan Gejayan, Jalan Raya Janti, jalan lingkar (ring road), dan di beberapa wilayah seperti Demangan dan Gejayan.

Pengendara yang takut untuk menerobos genangan memilih menghentikan mesin kendaraan daripada tetap melaju dengan risiko mesin macet. Mereka kemudian berteduh di pinggir-pinggir jalan selama beberapa saat. Genangan air ini rata-rata surut 15 menit-30 menit usai hujan reda.

Saluran tersumbat sampah

Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Eko Suryo mengakui bahwa sebagian penyebab genangan itu akibat kurangnya dukungan infrastruktur drainase, terutama di daerah pinggiran kota. Selain pertumbuhan rumah yang masif, sebelumnya tidak dipikirkan mengenai perlunya infrastruktur.

"Dalam skala ideal, infrastruktur drainase memang kurang. Namun jangan terburu menyalahkannya, karena kenyataan selama ini menunjukkan bahwa saluran-saluran kami yang sering tersumbat ternyata hanya disebabkan sampah. Masyarakat masih membuang sampah secara sembarangan di sana," ujar Eko.

Genangan yang terjadi akibat hujan yang belakangan ini mulai deras, menurut Eko, mestinya membuat masyarakat lebih menyadari pentingnya menjaga saluran air dari sampah. Lubang pada terali besi atau beton di pinggir jalan yang tertutup tanah atau sampah adalah contoh sederhana bahwa warga belum peduli.

Untuk mengantisipasi penyumbatan saluran, petugas dari Dinas Kimpraswil setiap hari akan melakukan pengangkatan sampah dan lumpur.

"Volume sampah jika hari mulai hujan deras akan cepat meningkat. Oleh karena itu, saluran harus senantiasa bebas sampah," kata Eko. (PRA)



Post Date : 05 Februari 2007