Sampah Berserakan, Antrean Truk Terjadi di TPA Bantar Gebang

Sumber:Kompas - 04 Juni 2007
Kategori:Sampah Jakarta
Jakarta, Kompas - Sampah berserakan di tepi jalan permukiman di Ibu Kota, seperti di kawasan Cikini, Petamburan, Tanah Tinggi, dan Batuceper, Minggu (3/6). Sampah juga menumpuk di beberapa sungai, antara lain di Banjir Kanal Barat, Sungai Ciliwung, dan di sekitar Pompa Air Setiabudi.

"Setiap hari sampah diambil dari perumahan warga, pasar, dan lokasi lainnya. Akan tetapi, sekarang rutinitas bongkar muat truk sampah di Bantar Gebang, Bekasi, lambat karena jumlah alat pengeruk di sana dikurangi," kata Ahmad Supeni (45), sopir truk sampah, saat ditemui di kawasan Kemayoran, Minggu.

Menurut Ahmad, kondisi seperti ini sudah berlangsung sedikitnya dua minggu ini. Akibatnya, banyak sampah menumpuk di beberapa lokasi penampungan sementara di Jakarta Pusat dan empat wilayah kota lain.

Antrean truk sampah

Hari Minggu siang memang terjadi antrean panjang truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang. Antrean disebabkan terbatasnya peralatan berat seperti ekskavator dan buldoser yang dioperasikan untuk mengangkat sampah dari truk itu.

Lebih dari 100 truk sampah dari DKI Jakarta diparkir di sepanjang jalan menuju zona penimbunan. Jejeran truk di dalam TPA itu membentuk antrean sepanjang hampir 1 kilometer.

Sejumlah sopir truk sampah menyebutkan sudah menunggu giliran sejak Sabtu malam. Menurut mereka, pembuangan sampah terhambat karena peralatan berat, yang dioperasikan PT Patriot Bekasi Bangkit selaku pengelola TPA Bantar Gebang, terbatas gara-gara kehabisan bahan bakar solar.

Secara terpisah, juru bicara PT Patriot Bekasi Bangkit, Sriyanto Susilo, mengatakan, antrean itu terjadi karena truk-truk sampah tersebut menunggu giliran. Sriyanto membantah adanya pengurangan pengoperasian alat berat lantaran kehabisan bahan bakar.

"Alat berat yang dioperasikan sama seperti hari biasa. Antrean terjadi karena sampah-sampah terlambat diangkat dari truk. Ini biasa terjadi kalau hari libur karena petugas operator harus memangkas gunung sampah terlebih dulu," katanya.

Sriyanto menambahkan, pembuangan sampah akan kembali normal setelah proses pemangkasan ketinggian gunung sampah selesai. Kiriman sampah dari Jakarta ke TPA Bantar Gebang diperkirakan 5.500-6.000 ton per hari. (nel/cok)



Post Date : 04 Juni 2007