Sampah di DKI adalah "Bom Waktu"

Sumber:Kompas - 29 September 2009
Kategori:Sampah Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tetap menjadi bom waktu yang setiap saat dapat meledak karena, pembangunan gedung-gedung pencakar langit dan volume pertambahan sampah Jakarta tetap meningkat setiap tahunnya.

Bahkan, menurut penelitian Japan International Cooperation Agency (JICA), peningkatannya berada pada kisaran 5 persen per-tahunnya, atau 337 ton per-tahun. "Sedangkan kualitas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah berdasarkan berbagai penelitian merupakan bentuk tertua perlakuan terhadap sampah," kata Outreach Services Dana Mitra Lingkungan, Maryanto dalam diskusi bertajuk "Sarat Pencakar Langit, Jakarta Tak Miliki Tempat Pembuangan Akhir Sampah" di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurutnya, permasalahan sampah yang dialami DKI Jakarta saat ini telah masuk kategori stadium 4. Karenanya, diperlukan teknologi jangka pendek untuk dapat menangani masalah sampah itu dengan sesegara mungkin.

Dengan jumlah penduduk terbesar di antara kota-kota metropolitan di Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya, hanya mampu mengumpulkan dan mengangkut sampah tersebut ke TPA saja. Padahal, penangan semacam itu, menurutnya, seringkali menimbulkan permasalahan baru di TPA. "Seperti timbunan sampah, pencemaran udara atas sengatan bau serta konflik masyarakat sekitarnya," katanya.

Masalah sampah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjadi masalah serius untuk ditangani. Bahkan, menurut data yang dimiliki pakar teknologi lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, hingga akhir 2008 total jumlah timbunan sampah DKI Jakarta mencapai 27.966 meter kubik per hari, atau 6.663 ton per hari. FRANS AGUNG



Post Date : 29 September 2009