Sampah DKI tidak Tertampung

Sumber:Media Indonesia - 28 Desember 2010
Kategori:Sampah Jakarta

MENINGKATNYA produksi sampah warga DKI Jakarta menyebabkan sampah Ibu Kota tidak bisa terangkut seluruhnya. Setiap harinya, hanya 72% sampah di Jakarta yang bisa diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir.

Direktur Walhi Jakarta Ubaidillah mengungkapkan, setiap hari masyarakat Jakarta menghasilkan setidaknya 6.500 ton atau 29 ribu meter kubik sampah. Sementara itu, jumlah total pengangkut sampah dari seluruh penjuru Jakarta hanya sebanyak 900 armada.

"Daya angkut Dinas Kebersihan DKI yang hanya 900 armada itu cuma bisa menampung 72% sampah, sedangkan sisanya yang 28% harus berserakan di jalan, bahkan sampai mencemari sungai," jelas Ubaidillah.

Sampah tersebut kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga dan industri, dan sebagian besar sampahnya adalah sampah nonorga nik yang tidak dapat didaur ulang.

"Akibatnya air sungai tercemar dan akan berdampak pada turunnya kualitas hidup masyarakat," sambung Ubaidillah.

Sebenarnya sudah ada UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, tapi hingga saat ini Jakarta belum membuat peraturan pelaksananya, baik itu berupa peraturan gubernur atau peraturan daerah.

"Perlu ada peraturan pelaksananya agar penanganan sampah bisa lebih efektif karena pengelolaan sampah saat ini masih konvensional, yaitu kumpul, angkut, dan buang," jelas Ubaidillah.

Tidak terangkutnya seluruh sampah dibenarkan Kepala Dinas Kebersihan DKI Eko Bharuna. Namun menurutnya, sampah warga Jakarta yang belum terangkut hanya sekitar 15%, bukan 28% seperti yang disebutkan Walhi.

Menurut Eko, 15% sampah tidak terangkut karena sampah warga itu masuk ke tempat penampungan sementara (TPS) pada sore hari sehingga diangkut besok pagi. Karena kendaraan operasional pengangkutan sampah beroperasi hanya dua shift, yaitu pada pagi dan malam hari.

Untuk mengurangi jumlah sampah, Eko meminta masyarakat turut berpartisipasi, antara lain dengan melakukan metode 3R (reduce, reuse, recycle). (*/Ssr/J-3)



Post Date : 28 Desember 2010