Sanitasi Belum Menjadi Prioritas Pembangunan

Sumber:Kompas - 08 Agustus 2007
Kategori:Sanitasi
Kompas, Jakarta - Masalah sanitasi belum dijadikan prioritas pembangunan oleh para pengambil keputusan. Hal itu tampak dari alokasi anggaran yang minim. Oleh karena itu, sanitasi di Indonesia sampai sekarang masih terhitung buruk.

Hal itu diungkapkan Direktur Permukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Basah Hernowo kepada wartawan, Senin (6/8) malam di Jakarta.

Tahun 2002, anggaran sanitasi hanya 1,8 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara rata-rata APBD provinsi 3,3 persen dan APBD kabupaten/kota 5,7 persen. "Pemerintah masih menganggap sanitasi adalah tanggung jawab individu, bukan investasi publik," katanya.

Kini hanya 10 kota memiliki fasilitas air limbah terpusat, 62,29 persen penduduk kota dan 24,37 persen di desa membuang tinja ke jamban dengan septic tank. Tahun 2004, 41,25 persen penduduk di kota dan 1,49 persen di desa sampahnya diangkut petugas. Rumah tangga dengan drainase lancar 57,18 persen. Hal itu menyebabkan sering ada kejadian luar biasa penyakit, seperti diare dan sering terjadi banjir.

Upaya Bappenas menaikkan rencana anggaran sanitasi di departemen, misalnya Pekerjaan Umum (PU), ternyata dipotong untuk prioritas lain. Pemerintah kabupaten/kota masih memprioritaskan pembangunan jalan, air bersih, baru soal limbah dan sampah. Kini pihaknya mendorong pengembangan sanitasi dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Bappenas, demikian Basah, mengembangkan program sanitasi (Indonesia Sanitation Sector Development Program) dibantu Belanda di 6 kota: Payakumbuh, Jambi, Surakarta, Denpasar, Banjarmasin, dan Blitar. Bentuknya pemetaan sanitasi, diskusi dengan pemerintah dan warga setempat sehingga ada deklarasi pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan anggaran sanitasi.

Departemen Dalam Negeri, kata Direktur Perkotaan Haryo Sasongko, melakukan advokasi ke pemerintah daerah untuk memasukkan sanitasi dalam rencana pembangunan jangka menengah.

Untuk meningkatkan kesadaran para pengambil keputusan soal pentingnya penanganan sanitasi, awal September 2007 akan diselenggarakan Konferensi Sanitasi Nasional dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan di bidang sanitasi. (atk)



Post Date : 08 Agustus 2007