Sawah Di Panca Karya Terendam

Sumber:Banjarmasin Post - 17 Mei 2005
Kategori:Drainase
Akibat saluran air tak berfungsi, ratusan hektare sawah milik para petani di Desa Panca Karya Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala terendam dan mati.

Tak hanya itu, ratusan bibit jeruk Proyek Agropolitan juga mati akibat sirkulasi air tak normal. Hal itu dituturkan Pambakal Panca Karya, Kasdani, Senin (16/5) di hadapan anggota DPRD Batola yang melakukan kunjungan kerja saat reses.

Kepada anggota dewan yang datang ke ke Kecamatan Alalak itu, Kasdani mengatakan di desanya terdapat 263 hektare lahan jeruk serta 271 hektare areal persawahan baru, hasil Perluasan Areal Tanam (PAT).

"Saat itu telah dilakukan penanaman padi dan jeruk, tetapi hasilnya nihil. Bibit jeruk mati, sedang sawahnya terendam," papar Kasdani.

Menurutnya, tak berhasilnya penanaman jeruk serta nihilnya hasil persawahan itu akibat karena saluran air yang tak normal akibat mampet.

Dituturkannya, desa tersebut ada empat rai (saluran) yang mendesak untuk dikeruk. Antara lain rai 5 sepanjang 70 meter dan lebar 10 meter, rai 12 panjang 7 kilometer lebar 5 meter, rai 10 panjang 5 kilo lebar 5 meter serta rai 4 panjang 8 kilo dan lebar 8 meter.

"Kita berharap agar handil-handil tersebut bisa dikeruk, agar aliran air lancar," paparnya dengan berharap agar dewan bisa mengusahakannya.

Sekadar diketahui, dangkalnya saluran air sering kali dikeluhkan para petani. Pemkab Batola melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pengairan, selalu berupaya untuk tetap melakukan pengerukan.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Barito Kuala H Mulia Akbar berjanji akan meminta Komisi C untuk turun ke lapangan melihat hal ini.

"Kami juga akan melakukan pertemuan dengan Distannak membahas nihilnya hasil persawahan warga, akibat terendam air ini," ungkapnya serius.

Namun mengenai matinya bibit jeruk, Akbar mengatakan hal tersebut masih wajar. "Biasanya pada penanaman awal memang ada yang mati," paparnya.

Saat coba dikonfirmasi masalah terendamnya ratusan hektare persawahan di Desa Panca Karya, Kadistannak Batola Ir Rahimul Yakin tak berhasil dihubungi. dwi

Post Date : 17 Mei 2005