Sebagian Besar Sumur di Kota Yogya Tercemar

Sumber:Koran Tempo - 03 Februari 2012
Kategori:Sanitasi
YOGYAKARTA - Sebanyak 65 persen sumur di Kota Yogyakarta tercemar bakteri E. coli (Escherichia coli) karena letaknya berdekatan dengan tempat pembuangan limbah manusia (septic tank). "Ini sudah di luar batas kewajaran," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana kemarin. Bakteri ini bisa menjadi penyebab penyakit diare pada manusia. Secara kasatmata, ciri air yang tercemar bakteri E. coli sulit dikenali. Untuk memastikan kandungan bakteri, bisa dilakukan penelitian di laboratorium.
 
Menurut dia, salah satu upaya mencegah peningkatan jumlah air tanah yang tercemar adalah pemerintah menganggarkan penambahan jumlah ruang hijau terbuka dan membangun sumur resapan air. Dengan angka ideal 20 persen, ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta kini baru mencapai 14,7 persen. "Sekarang sudah ada 15 ruang hijau," kata Suyana. Rencananya, titik lokasi ruang hijau dan sumur itu akan dibangun di sekitar wilayah sungai. "Kalau kalinya bersih, orang kan juga akan malu mencemari kali."
 
Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Yogyakarta Suparlan malah memperkirakan angka pencemaran bakteri E. coli lebih tinggi lagi, yakni 75 persen. Saat ini, kata dia, ada 30 ribu sumur di Kota Yogyakarta. Dia khawatir, jika tak segera ditangani serius, kondisi itu bisa menjadi ancaman krisis air di Kota Yogyakarta. "Bukan berarti airnya tidak ada, tapi kualitas airnya buruk," katanya.
 
Menurut Suparlan, memang harus ada upaya pemulihan kondisi air tanah, di antaranya dengan membuat sumur resapan mulai sekarang. "Istilahnya menabung air," ujarnya.
 
Sementara itu, untuk pengendalian dan konservasi air tanah, Badan Lingkungan Hidup menganggarkan pembangunan 240 sumur resapan, dengan anggaran Rp 480 juta. Anggaran itu tercantum dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan Pemerintah Kota Yogyakarta 2012. Selain itu, akan dibangun ruang terbuka hijau di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, dengan anggaran Rp 450 juta. ANANG ZAKARIA


Post Date : 03 Februari 2012