Sedimentasi Jadi Masalah Subsistem Drainase

Sumber:Suara Merdeka - 06 April 2006
Kategori:Drainase
SEMARANG- Hasil awal kerja tim subsistem drainase se-Kota Semarang telah selesai dan diserahkan ke Wali Kota Sukawi Sutarip di Gedung Juang, Rabu (5/4). Pada kesempatan itu, dipaparkan hasil kerja empat tim subsistem, yakni Bulu, Pedurungan, Tenggang, dan Bringin.

Paparan yang disampaikan relatif komplet, mulai dari gambaran umum, persoalan yang dihadapi, solusi yang bisa diambil, hingga estimasi dana yang diperlukan untuk mengatasinya. Perwakilan dari Subsistem Pedurungan bahkan menampilkan presentasi yang memuat rekaman audio visual atas saluran-saluran yang menjadi bidang tugasnya.

''Saya sangat mengapresiasi kerja tim subsistem ini. Sungguh mengagumkan, hanya dalam waktu beberapa minggu, mereka bisa menyusun rencana sedetail ini,'' puji Wali Kota.

Namun dia melihat, masih ada kekurangan dari paparan hasil kerja tim. Dicontohkannya, ketika salah satu tim memaparkan banyaknya bangunan di atas sungai sebagai salah satu persoalan, tidak melengkapi dengan jumlah bangunan yang ada di wilayah tugas mereka.

''Kalau dilengkapi dengan data jumlah bangunan yang dibangun di atas saluran, saya kira, tentu akan lebih mudah bagi Pemkot untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut,'' katanya.

Selanjutnya, Wali Kota meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk menindaklanjuti hasil kerja tim itu.

Dari paparan empat perwakilan subsistem, rata-rata persoalan yang dihadapi hampir senada. Sedimentasi yang parah dan kemampuan saluran air yang minim, menjadi salah satu penyebab berlarutnya rob dan banjir di Kota Semarang bagian bawah. Selain itu, pada sejumlah subsistem terjadi penyumbatan akibat rendahnya muka jembatan dan pipa PDAM atau gas yang melintang serta bangunan yang berdiri di atas saluran.

''Akibatnya, seringkali terjadi sumbatan sampah yang mengakibatkan air tidak bisa bergerak. Khusus bangunan di atas saluran, kami berharap segera ditindak, karena itu menyulitkan proses pengerukan sungai,'' kata Wardoyo, dari Tim Subsistem Bulu.

Sementara anggota LPMK Kuningan yang juga anggota Tim Subsistem Kali Asin Sudarsono mengungkapkan, rendahnya muka jembatan di atas Kali Asin menjadi penyebab banjir dan rob. Dia mengharapkan, pemerintah melakukan pengerukan secara berkala sehingga genangan air tidak lagi menjadi pemandangan sehari-hari. (H9,H23-62)

Post Date : 06 April 2006