SIAP HADAPI BANJIR

Sumber:Media Indonesia - 05 Februari 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

Tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap untuk menghadapi ancaman banjir yang membayangi hingga Maret 2010. Banjir masih akan menyapa ibu Kota pada Februari ini. Hujan dengan intensitas tinggi dan merata di jabodetabek menambah parah ancaman karena akan mendapat air kiriman dari daerah penyangga.

Gubernur DKi Fauzi Bowo sangat serius menyikapi ancaman tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan merangkul aparat Komando Pasukan Khusus untuk memperkuat 8.000 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam memberikan perlindungan kepada warga korban banjir.

Peralatan penanggulangan bencana serta kendaraan operasional juga telah diserahkan ke prajurit terlatih itu. itu antara lain 10 perahu motor tempel, 2 perahu karet, 8 pompa manual, 50 pelampung, 36 dayung, 4 tali karmantel, 30 carabiner, 50 tali tubuh, serta 40 sarung tangan kulit.

Sejarah jakarta memang tak bisa lepas dari banjir. ibu kota negara kerap tergenang air. Struktur sebagian wilayah jakarta yang berada di bawah permukaan laut menjadikan kota ini begitu gampang diserang banjir. Terlebih saat musim hujan datang.

Meski intensitas curah hujan belum tinggi dan sebarannya belum merata, hujan begitu mudah menggenangi sejumlah kawasan di jakarta belakangan ini. apalagi, jika di daerah Bogor dan Depok turun hujan lebat, hampir dipastikan sebagian sungai di jakarta meluap yang kemudian menggenangi kawasan sekitarnya. Kampung Melayu, Bidara Cina, Kramatjati, Cipinang, Cimanggis, Tanah abang, dan Pancoran hanyalah sebagian wilayah yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.

Mengatasi banjir di jakarta yang dialiri 13 sungai memang bukan persoalan mudah. Buktinya, sejak kemerdekaan hingga kini, tak satu pun rezim yang mampu menjadikan jakarta bebas dari banjir. Pengalaman banjir yang mendera se tiap tahun me maksa Fauzi Bowo b e r tindak lebih konkret. Kanal Banjir Timur dikebut untuk mengurangi bahaya banjir setidaknya 30%.

Bersih-bersih Kali Ciliwung terus digiatkan dan mengangkut sampah yang menumpuk di pintu air. Dinas Kebersihan DKi mengerahkan 15 truk untuk mengangkut sampah yang menutup Pintu Manggarai, pekan lalu. jumlah yang sama dibutuhkan untuk mengangkut sampah di bawah jembatan Kalibata.

"jembatan Kalibata ini akan kami tinggikan. Saluran makro dan mikro terus dikeruk," ujar Foke, sapaan Fauzi Bowo. Dari saluran mikro di jl Sudirman-jl MH Thamrin sekurangnya sudah puluhan truk sampah diangkut ke pembuangan.

Hasil pengangkatan sampah yang membuat saluran menjadi dangkal itu sudah terlihat. Saluran lebih siap menampung air hujan. Walau genangan masih terjadi saat hujan deras mengguyur, air cepat menghilang. Kenyataan itu menunjukkan kerja lapangan sudah lebih baik. "Saya optimistis banjir di jakarta akan berkurang drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Lihat saja, genangan yang terjadi jauh lebih cepat turun," imbuhnya. Lebih siap Sekretaris Daerah DKi Muhayat mengaku tahun ini pihaknya telah mempersiapkan diri dalam menghadapi banjir. Selain menggalakkan pengerukan saluran makro dan mikro, ada penambahan dan perbaikan pompa air.

Saat ini Pemprov DKi mengoperasikan 308 pompa air. Untuk waduk-waduk (polder) disiapkan 83 unit, waduk kecil 96 unit, terowongan 46 unit, maupun yang bersifat mobile 83 unit.

Untuk pompa mobile yang dapat dipindahkan disiagakan 41 unit di Kantor Dinas PU DKi, sisanya ditempatkan di berbagai lokasi. "jakarta sudah siap menghadapi banjir dari segala sisi," ujar Muhayat meyakinkan.

Meski demikian, warga tidak boleh lepas tanggung jawab dengan membiarkan orang sembarangan membuang sampah. Kepedulian setiap warga diperlukan karena akibat banjir akan berdampak pada semua orang.

Meski persiapan sudah dipandang matang, langkah penanggulan juga sudah disiapkan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKi Harianto Badjoeri mengaku menyiagakan 8.000 personel di sejumlah titik rawan banjir.

Mereka telah dilatih penanganan darurat dan dipersiapkan 24 jam penuh di posko yang tersedia hingga tingkat kelurahan. "Kami optimistis penanganan banjir tahun ini jauh lebih baik," Harianto memaparkan. Selamat Saragih



Post Date : 05 Februari 2010