Tanggul Jebol, Pekayon Kebanjiran

Sumber:Kompas - 14 Desember 2004
Kategori:Drainase
Jakarta, Kompas - Musim hujan belum mencapai puncaknya, tetapi warga di sekitar sungai sudah merasakan dampaknya. Hari Minggu (12/12) malam, tanggul Kali Suwuk (merupakan sodetan Ciliwung) jebol, tepatnya di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Panjang tanggul yang jebol mencapai 30 meter. Akibatnya, air meluap dan membanjiri rumah warga di RT 15 RW 09 dan RT 01 serta RT 10 di RW 04 Kelurahan Pekayon. Meski ketinggian air hanya sebatas betis orang dewasa, banjir itu tetap mengganggu aktivitas warga dan membuat jalan yang sudah rusak menjadi makin rusak.

Jebolnya tanggul yang dibangun secara swadaya masyarakat itu diduga karena limpasan air sungai sangat besar. Derasnya aliran air ini, menurut warga, karena mendapat limpahan dari Situ Arman yang meluap dan Kali Ciliwung yang ketinggiannya naik.

Tanggul pun tidak kuat menahan laju air. Warga pun secara bergotong royong menutupi sisi sungai itu dengan karung berisi pasir. Air berangsur menyurut dan kembali normal pada Senin siang. Meski demikian, air tetap saja mengalir dari sela-sela karung pasir.

Selain di Pekayon, luapan Situ Arman juga menggenangi warga di RT 07, RT 10, RT 12, dan RT 13 RW 03, RT 02 RW 04, serta RT 01 dan RT 02 di RW 11 Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur (Jaktim). Warga RT 05 dan RT 10 di RW 07 serta RT 08 RW 02 Kelurahan Kali Baru, Pasar Rebo, juga tergenang.

Masih di Jaktim pada Minggu malam, Kali Cipinang meluap dan menyebabkan sebagian badan Jalan Raya Bogor kebanjiran. Meski tidak menggenangi rumah, permukaan air Kali Sunter terlihat meninggi.

Pimpinan Proyek Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai pada Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Bambang Sutjipto Yuwono mengatakan, Senin pukul 06.30 pintu air Manggarai memang sempat mencapai ketinggian 760 sentimeter. Itu berarti Ciliwung siaga tiga. "Namun, tak ada yang kebanjiran," katanya.

Wakil Lurah Pekayon Nurmansyah mengatakan, RT 15 dihuni sekitar 12 keluarga atau 45 warga. Selain warga Pekayon, limpasan air juga menggenangi warga di RT 08 RW 05 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Kabupaten Depok.

Kelurahan Pekayon di Jaktim memang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Depok di Kelurahan Tugu. Kebetulan, posisi rumah warga di RT 08 RW 05 Kelurahan Tugu justru lebih rendah dibandingkan dengan Pekayon.

Kenyataan ini, menurut Nurmansyah, menjadi masalah tersendiri di antara dua wilayah. Jika air yang deras dibiarkan mengalir, warga Tugu yang kebanjiran. Namun, jika air dibendung, justru warga Pekayon yang kebanjiran.

Sejauh pengamatan, naiknya permukaan air di Ciliwung, Kali Sunter, dan Kali Cipinang disebabkan hujan di daerah Bogor, ditambah hujan deras di Jakarta pada Minggu sore.

Tercemar limbah

Selain rawan banjir, warga di Kelurahan Pekayon, khususnya di RT 07, RT 09, dan RT 10 di RW 04, juga mengalami persoalan serius pencemaran limbah detergen yang terakumulasi di Kali Cipinang dan Situ Tipar.

Wali Kota Jaktim Koesnan A Halim mengatakan, warga yang terganggu kesehatannya akibat pencemaran detergen akan mendapat pengobatan gratis. "Warga juga akan mendapat pelayanan air bersih meski tak harus air PAM," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Jaktim Azhar Adnan.

Kondisi Kali Cipinang saat ini memang makin pekat akibat tercemar berbagai limbah. Sayangnya, proses normalisasi kali masih terhambat, antara lain karena masih banyaknya warga yang tinggal di bantaran kali. Normalisasi Kali Cipinang jelas akan menggusur ribuan warga yang tinggal di sana.

Jaelani Arif, warga Pekayon, mengatakan, Kali Cipinang memang menimbulkan masalah tersendiri bagi warga Pekayon. "Kali Cipinang sudah sangat menyempit. Mungkin lebarnya tinggal satu meter saja, di-langkahin saja bisa. Kami minta agar bisa dikeruk," ujarnya beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, anggaran untuk daerah pinggiran juga terkesan sangat minim. "Jalan berlubang-lubang dan kalau malam gelap karena minimnya lampu penerangan jalan," kata Jaelani. (IVV)

Post Date : 14 Desember 2004